Diskusi BIEO 2025, Mencari Jalan Keluar dari 'Kutukan 3%' Pertumbuhan Ekonomi Riau

photo author
Ratna RM, Riau Makmur
- Kamis, 12 Desember 2024 | 19:52 WIB
Forum BIEO 2025. (Riaumakmur.com)
Forum BIEO 2025. (Riaumakmur.com)

RIAUMAKMUR.COMBisnis Indonesia, media ekonomi terbesar di Indonesia, kembali menggelar forum diskusi Bisnis Indonesia Economic Outlook (BIEO) 2025 di Pekanbaru.

Acara ini menjadi wadah pembahasan berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi Provinsi Riau, seperti keterbatasan anggaran, infrastruktur, dan kebutuhan diversifikasi ekonomi.

Kepala Perwakilan Bisnis Indonesia Pekanbaru, Aang Ananda Suherman menegaskan pentingnya forum ini untuk mengidentifikasi solusi atas berbagai persoalan ekonomi Riau.

Baca Juga: Ekonomi Riau 2025 Diprediksi Tumbuh Lebih Tinggi dan Inflasi Stabil

“Kami ingin fokus pada bagaimana memacu pertumbuhan ekonomi Riau di tengah terbatasnya anggaran. Tahun depan, APBD Provinsi Riau diproyeksikan hanya Rp9,2 triliun, yang menjadi tantangan besar untuk terus menjaga pertumbuhan di atas 4%,” ungkapnya Selasa (10/12/2024).

Dia juga menekankan Bisnis Indonesia adalah satu-satunya media nasional dengan kantor perwakilan di Pekanbaru, yang telah hadir selama lebih dari 20 tahun.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi forum diskusi yang bermanfaat untuk semua pihak demi mendukung pertumbuhan ekonomi Riau yang berkelanjutan,” tambahnya.

Pada sesi diskusi, Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam Bappeda Riau, Abdul Madian, menyebutkan pertumbuhan ekonomi Riau tahun ini mengalami penurunan dari 4,2% pada 2023 menjadi di rentang 3% di 2024.

Baca Juga: DJPb: Belanja Pemerintah Jadi Motor Ekonomi Riau, PDRB dan Surplus Perdagangan Menguat

“Kita tidak ingin terjebak pada ‘kutukan 3%’. Riau harus mengoptimalkan potensinya, termasuk mendorong hilirisasi kelapa dan karet, serta memanfaatkan infrastruktur seperti Tol Sumatra untuk mengembangkan bisnis logistik,” ujarnya.

Madian juga memaparkan tujuh tantangan utama ekonomi Riau, seperti terbatasnya dukungan UMKM, defisit anggaran, kerusakan lingkungan, dan ketergantungan terhadap sumber daya alam.

“Diversifikasi ekonomi menjadi kunci, terutama dengan fokus pada ekonomi hijau, transformasi digital, serta penguatan SDM dan UMKM,” katanya.

Realisasi investasi di Riau, yang mencapai Rp87 triliun pada 2023, menjadi sinyal positif. Namun, Madian memperingatkan bahwa tantangan investasi, seperti infrastruktur jalan yang belum memadai, masih menjadi penghambat utama.

Baca Juga: Triwulan III 2024, Ekonomi Riau Tumbuh Menguat 3,46 Persen YoY

Dari sisi dunia usaha, Penasehat Apindo Riau, Viator Butarbutar, menyoroti pentingnya memperbaiki kualitas faktor pendorong ekonomi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ratna RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X