RIAUMAKMUR.COM – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Riau, Heni Kartikawati mengungkapkan bahwa belanja pemerintah di tingkat regional Riau hingga Oktober 2024, berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).
Potensi kontribusi belanja pemerintah mencapai Rp54,61 triliun, terdiri dari aliran kas ke sektor Government (G) sebesar Rp49,44 triliun, Consumption (C) sebesar Rp537,56 miliar, dan Investment (I) sebesar Rp4,63 triliun.
"Aliran kas ini mencakup berbagai jenis belanja pemerintah, seperti belanja pegawai, barang/jasa, subsidi, bantuan sosial, belanja modal, dan transfer ke daerah. Kontribusi ini menjadi motor penggerak perekonomian di Riau," ujar Heni Kartikawati, Jumat (22/11/2024).
Selain itu, kondisi ini juga didukung oleh inflasi yang stabil dan Neraca Perdagangan yang surplus. Yang mana, pada Oktober 2024, Indeks Harga Konsumen (IHK) Riau tercatat sebesar 105,86 dengan inflasi sebesar 0,06 persen (month-to-month) atau 1,51 persen secara tahunan (year-on-year). Inflasi tertinggi secara mtm terjadi di Tembilahan (0,74 persen), sedangkan Kota Pekanbaru mengalami deflasi sebesar 0,11 persen.
"Neraca perdagangan Riau hingga Oktober 2024 berhasil mencatat surplus USD13,15 miliar secara kumulatif. Pada Oktober saja, surplus mencapai USD1,78 miliar dengan ekspor meningkat 35,32 persen (mtm), terutama didorong oleh kenaikan ekspor CPO dan turunannya hingga 81,73 persen," jelas Heni.
Volume ekspor pada Oktober mencapai 21,44 juta ton, sementara impor menurun 7,78 persen (mtm) menjadi USD142,20 juta. Secara kumulatif, nilai impor hingga Oktober mencapai USD1,63 miliar dengan tonase 5,19 juta ton.
"Penurunan impor ini terutama disebabkan oleh berkurangnya nilai impor barang modal, yang mencerminkan efisiensi dan penyesuaian kebutuhan produksi," tambahnya.
Sementara itu, untuk kinerja sektor pertanian juga tercatat menguat. Pada bulan Oktober, Nilai Tukar Petani (NTP) Riau tercatat sebesar 182,53, naik 3,18 persen (mtm). Indeks Harga Terima Petani (lt) naik menjadi 214,67 (3,15 persen), sementara Indeks Harga Bayar Petani (lb) sedikit turun menjadi 117,61 (-0,03 persen).
"Peningkatan NTP mencerminkan daya beli petani yang semakin baik. Ini menunjukkan sektor pertanian di Riau semakin produktif dan mendukung kesejahteraan petani," jelasnya Heni.
"Belanja pemerintah yang optimal, surplus perdagangan, serta stabilitas inflasi menjadi bukti kuat bahwa ekonomi Riau terus bergerak positif di tengah berbagai tantangan global," tukasnya.
Artikel Terkait
Cek Rekening Ya, DJPb Riau Cairkan THR Pegawai Senilai Rp424,97 Miliar hingga 11 April 2023
DJPb: APBN Riau Triwulan I Surplus Rp72 Miliar
Plt Kakanwil DJPb Riau Burhani AS Temui Gubri Syamsuar
DJPb: Realisasi KUR Riau Rp3,47 Triliun, UMi Rp82,64 Miliar hingga Juni 2023
DJPb: Realisasi Transfer ke Daerah Riau Capai Rp11,37 Triliun hingga Juli 2023
PDRB Triwulan II 2023 Tumbuh 4,88 Persen, DJPb: Perekonomian Riau Stabil
DJPB Catat Realisasi Pendapatan Negara di Riau Tembus Rp24,907 Triliun hingga Akhir November 2023
BI, BPS dan DJPb Riau Rilis Indikantor Makroekonomi