berita

Presiden Prabowo akan Hadiri KTT D-8 Kairo

Selasa, 17 Desember 2024 | 16:00 WIB
Juru Bicara Kemlu RI, Roy Sumirat usai memberikan pengarahan pers, Senin (16/12/2024) di Ruang Palapa, Kemlu, Jakarta. (RRI/Retno Mandasari)

RIAUMAKMUR.COM - Presiden Prabowo Subianto akan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) D-8 ke-11 di Kairo, Mesir pada 17 – 19 Desember. Presiden juga dijadwalkan akan menerima estafet keketuaan D-8 dari Mesir. 

“Selain merupakan pertemuan reguler dari organisasi D-8 akan ada serah terima keketuaan dari Mesir kepada Indonesia.

Di mana Indonesia akan menjadi ketua organisasi D8 periode 2026-2027, yang nanti akan dimulai masa keketuaannya pada 1 Januari 2026,” kata Juru Bicara Kemlu RI, Roy Sumirat, Senin (16/12/2024) di Ruang Palapa, Kemlu, Jakarta. 

Baca Juga: KPK Mulai Fokus Penanggulangan Korupsi di Sektor Asuransi dan Pelayanan Publik

Menurut Roy, bagi Indonesia kerja sama di bawah kerangka D-8 menjadi semakin signifikan. Sebab, negara-negara dari Global Selatan mencoba untuk terus memperkuat kerja sama yang hanya di bidang ekonomi. 

“Yang pasti kita akan memanfaatkan kehadiran Bapak Presiden, agar negara-negara D-8 dapat memberikan kontribusi positif terhadap keinginan Global Selatan. Yaitu, untuk terus meningkatkan kerja sama di bidang pembangunan ekonomi,” ujarnya.

“Tapi, juga pada kesempatan yang sama tidak melupakan apa yang sedang saat ini terjadi. Yaitu terkait dengan situasi kemanusiaan di Gaza dan di Palestina," kata Roy.

Baca Juga: BSI Catat Kenaikan Signifikan Tabungan Haji

Tema KTT yang diusung Mesir dinilai memiliki kesamaan pandangan dengan prioritas Presiden Prabowo. Adapun temanya yaitu “Berinvestasi pada Generasi Muda dan Mendukung Usaha Kecil Menengah, Membentuk Perekonomian Masa Depan”. 

“Dan hal ini juga memiliki banyak kesamaan pandangan dengan prioritas yang disampaikan oleh Bapak Presiden. Terkait dengan kerja sama internasional di bidang ekonomi,” ucap Jubir Kemlu RI. 

Organisasi D-8 untuk Kerjasama Ekonomi, juga dikenal sebagai Berkembang-8, adalah organisasi kerjasama pembangunan di antara negara-negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Yaitu, Bangladesh, Indonesia, Iran, Malaysia, Mesir, Nigeria, Pakistan, dan Turki yang didirikan pada 1996. 

Tags

Terkini