berita

Pemerintah Siapkan Lima Prioritas Strategi AI Nasional di Berbagai Sektor

Senin, 23 Desember 2024 | 20:00 WIB
Menkomdigi Meutya Hafid. (Humas Komdigi)

RIAUMAKMUR.COM - Pemerintah menyiapkan Lima Prioritas Vertikal Utama Strategi Artificial Intelligence (AI) Nasional yang mencakup mencakup Layanan Kesehatan, Reformasi Birokrasi, Pendidikan Talenta, Smart Cities Mobility, dan Keamanan Pangan untuk memaksimalkan potensi teknologi terbaru itu.

Demikian dikungkapkan Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, dalam Seminar Nasional Optimasi Pemanfaatan AI dalam Pembangunan Infrastruktur Pekerjaan Umum di Institut Teknologi Bandung, Bandung Jawa Barat, seperti dilansir pada Minggu (22/12/2024).

"AI digunakan dalam layanan kesehatan karena memang sudah diawali oleh Kementerian Kesehatan untuk memperluas akses dan meningkatkan akurasi diagnosa. Teknologi ini memungkinkan pendeteksian dini penyakit serta efisiensi dalam manajemen Rumah Sakit," jelas Menkomdigi.

Baca Juga: Menkomdigi Ajak UMKM Siap Hadapi Tantangan Teknologi AI

Meutya menjelaskan, dalam layanan kesehatan akan dilakukan penerapan model Empat P, yakni prediktif, pencegahan, partisipatif, dan personal. Model tersebut meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan aksesibilitas bagi masyarakat Indonesia.

Pada Reformasi Birokrasi, implementasi AI oleh beberapa lembaga pemerintahan menjadi motor perubahan. Misalnya pada proses pengolahan data berbasis AI yang menunjukkan pengurangan waktu dan biaya operasional secara signifikan.

"Selain itu di kuartal 2025, kami juga akan meluncurkan SPBE (Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik) Digital sebagai layanan terintegrasi lintas kementerian. Di Kementerian Komdigi khususnya dalam melaksanakan pengawasan terhadap konten negatif juga sudah menggunakan Artifisial Intelligence," ungkapnya.

Baca Juga: Museum PDRI Resmi Dibuka, Jadi Ikon Sejarah dan Kebudayaan di Sumatra Barat

Dalam bidang pendidikan talenta, AI diterapkan melalui pembelajaran adaptif yang dirancang sesuai dengan kebutuhan individu. Diantaranya dengan metode self-paced learning dengan micro skill yang memungkinkan masyarakat mengakses materi pelatihan secara fleksibel dan mudah melalui platform online.

"Jadi ini juga salah satu Prioritas Strategi AI Nasional adalah melahirkan talenta digital AI. Kami yakin dan percaya bahwa ITB juga menjadi salah satu pelopor, nanti kami juga akan melihat beberapa laboratoriumnya karena memang saat ini kebutuhan kita yang prioritas dan urgen sekali adalah memiliki talenta digital yang siap untuk teknologi AI," tutur Menkomdigi.

Smart Cities Mobility atau pengembangan kota pintar juga turut menjadi perhatian utama dengan integrasi data dan pengelolaan lalu lintas berbasis AI. Contohnya Kota Bandung sebagai salah satu kota di Indonesia yang telah berhasil mengoptimalkan layanan publik secara digital.

Baca Juga: Komisi II Jawab Isu Wacana Perubahan Status KPU

Sedangkan Keamanan Pangan merupakan salah satu arahan penting Presiden Prabowo Subianto. Implementasi AI ditujukan untuk optimalisasi siklus hidup pangan dan pengelolaan lahan pertanian melalui prediksi iklim dan cuaca, proyeksi rantai pasok makanan dan logistik, serta peningkatan kualitas benih dan panen untuk mendukung ketahanan gizi nasional.

"Kita melihat ini sektor yang perlu sekali menjadi topik hari ini, salah satu sektor yang kita ingin dorong dimana pengembangan pemanfaatan AI bisa diprioritaskan di awal. Tentu pada akhirnya, kita pahami bahwa AI akan terasa di segala lini, tapi kalau boleh kita memilih fokus dulu yang perlu disiapkan diantaranya adalah yang terkait dengan ketahanan gizi nasional," tandas Meutya Hafid.

Turut hadir dalam acara tersebut, Plt Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Ismail. Hadir juga Pj Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin, Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Rahman Arif, Rektor ITB 2025-2030 Tatacipta Dirgantara, serta jajaran rektorat dan guru besar ITB.

Tags

Terkini