RIAUMAKMUR.COM - Wakil Menteri BUMN Aminuddin Ma'ruf menegaskan pentingnya keselamatan dan kenyamanan menjadi prioritas dalam transportasi massal. Hal ini sesuai dengan arahan dari Presiden Prabowo Subianto.
“Selamatan dan kenyamanan menjadi prioritas dalam transportasi massal yang harus dijalankan seoptimal mungkin.
Bapak Presiden Prabowo Subianto ingin keselamatan dan kenyamanan menjadi prioritas utama,” kata Aminuddin Ma'ruf kepada wartawan di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Rabu (25/12/2024).
Baca Juga: Vivo X200 dengan Desain Mewah dan Fitur Canggih, Apakah Anda Siap untuk Memiliki?
Lebih lanjut, Aminuddin beserta jajarannya meninjau Stasiun Pasar Senen baik fasilitas Stasiun Penumpang maupun Rangkaian Kereta Api. Kunjungan Aminuddin di Stasiun Pasar Senen merupakan arahan dari Presiden Prabowo terkait pelayanan publik pada transportasi massal.
"Saat sidak dalam rangkaian KA Menoreh tadi, saya lihat dalam nya sudah rapih, bersih dan nyaman, termasuk tadi saya lihat juga kamar mandinya sudah bersih dan wangi. Jadi penumpang pun merasa nyaman dalam perjalanan, selain itu pada kursi kereta ekonomi telah dimoditifikasi menjadi 72 penumpang,” ucapnya.
Sementara, Direktur Utama KAI, Didiek Hartantyo mengatakan, KAI berupaya yang terbaik untuk penumpang. Baik itu dari segi keamanan dan kenyamanan Kereta Api.
Baca Juga: Lirik Lagu The Cutest Pair - Regina Song, No One Can Love You Like I Do
"KAI terus melakukan terobosan-terobosan untuk kenyamanan dan keamanan baik pada rangkaian kereta. Di stasiun maupun dalam perjalanan kereta api," kata Didek.
Saat ini, kata Didiek, KAI membuka perjalanan periode Nataru pada tanggal 19 Desember 2024 hingga 5 Januari 2025. Tiket untuk perjalanan nataru telah terjual sebanyak 2.373.145 tiket dari total tiket 3.572.588.
"Saat ini tiket yang masih tersedia sebanyak 17 persen atau sekitar 1.199.443 tempat duduk yang tersisa. KAI akan terus melakukan monitoring dan evaluasi pada Nataru agar semua masyarakat yang ingin berpergian dengan kereta apai terlayani dengan baik,” ucap Didiek.