RIAUMAKMUR.COM - Universitas Gajah Mada (UGM) mengembangkan varietas padi unggul Gadjah Mada Gogo Rancah 7 (Gamagora). Pengembangan ini sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah mengatasi stunting.
Peneliti Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT) UGM, Taryono mengatakan, produk ini diolah menjadi beras premium Presokazi. Kemudian, dirancang dengan geofortifikasi untuk meningkatkan kandungan nutrisi penting.
"Produk ini bisa menjadi solusi untuk mengurangi kasus stunting Indonesia. Beras Presokazi memenuhi standar beras premium, diperkaya protein, zat besi, dan nutrisi penting memperbaiki status gizi masyarakat,” kata Taryono dalam wawancara Bersama Pro3 RRI, Minggu (29/12/2024).
Menurutnya, geofortifikasi memungkinkan pengayaan nutrisi langsung dari tahap penanaman, tanpa memerlukan tambahan fortifikasi saat pengolahan. Teknologi ini menggunakan pupuk organo-mineral yang dirancang untuk meningkatkan kandungan gizi padi.
Selain kaya nutrisi, beras Presokazi memiliki umur panen singkat, 90 hingga 105 hari tergantung musim. Tekstur nasi pulen membuatnya sesuai dengan selera masyarakat Indonesia.
"Dengan produktivitas hingga 9 ton gabah kering per hektar, varietas ini juga menjanjikan peningkatan hasil pertanian yang signifikan. Penelitian dan pengembangan beras ini dilakukan di berbagai wilayah, termasuk Klaten dan Ngawi," katanya, menjelaskan.
Baca Juga: Menag: Deklarasi Istiqlal Landasan Dialog Antarumat Beragama
Inovasi ini diharapkan menjadi solusi gizi dan langkah strategis untuk mencapai ketahanan pangan nasional. “Ketahanan pangan penting untuk mencapai Indonesia Emas 2045, dan kontribusi berbagai pihak sangat diperlukan untuk mencapainya,” ujarnya
Saat ini, produk beras Presokazi masih dalam tahap pengembangan dan diharapkan dapat dipasarkan secara luas pada 2025. UGM terus uji stabilitas nutrisi dan kembangkan teknologi untuk memastikan keberlanjutan produk ini.