berita

Prihatin dengan Kondisi SMP UAD, Pemuda Muhammadiyah Riau Pastikan Kembangkan Sekolah dan Kawal Semua Bantuan

Rabu, 8 Januari 2025 | 18:32 WIB
Dari kiri: Ketua Rizal S (Ketua PWPM Riau), M Fadel Variza (Anggota DPRD Riau), dan Wiyanto (Kepala Sekolas SMP UAD).

RIAUMAKMUR.COM, KAMPAR - Pengurus Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Provinsi Riau memastikan akan meningkatkan kualitas pendidikan di SMP Unggulan Ahmad Dahlan (UAD), di Desa Air Terbit, Kecamatan Tapung, Kampar.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua PWPM Riau, Rizal S, menurut dia, kepengurusannya ingin membenahi semua unit usaha yang belum dikelola optimal srlama ini.

"PWPM Riau ini punya beberapa unit usaha, salah satunya adalah SMP UAD ini, kondisinya memang cukup memprihatinkan, dan Insya Allah perlahan akan kita perbaiki," ujar Rizal, Selasa kemarin (7/1/2025).

Dikatakan Rizal, ini bukan kunjungan pertama, karena sebelumnya sudah ada kunjungan juga, dan pada kesempatan ini pihaknya ingin melihat progres setelah adanya bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bumi Siak Pusako.

Kedepannya dia berharap ada pihak yang juga ikut membantu pembangunan sekolah ini.

"Ya pada intinya kita mau bagaimana sekolah ini berkembang, dan kita akan koordinasikan juga dengan lembaga-lembaga di Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) maupun di Pengurus Wilayah Muhammadiyah (PWM) Riau , untuk bersama-sama membangun sekolah ini," katanya.

Sebab, jika melihat kondisi yang ada, memang sekolah ini sangat membutuhkan bantuan, dimana hampir semua fasilitas bisa dikatakan tidak layak.

"Termasuk juga jaringan-jaringan lain akan kita upayakan, apalagi Menteri Pendidikan RI, Pak Abdul Mu'ti adalah Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, kita berharap ada bantuan yang disalurkan ke sekolah ini," katanya.

Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi Riau Fraksi PAN, M Fadel Variza, yang juga Wakil Ketua PWPM Riau ini, memastikan akan berupaya mengembangkan sekolah yang memiliki jumlah siswa sekitar 40 orang ini.

"Kita akan kawal bantuan, termasuk CSR dari perusahaan, kita tidak mau bantuan yang masuk ke sekolah ini kena potong-potong, sekolah ini layak menerima bantuan," jelasnya.

Selain itu, Fadel juga akan menyampaikan kondisi sekolah ini kepada Fraksi PAN DPRD Riau, DPRD Kampar, atau bahkan ke Anggota DPR RI Fraksi PAN Dapil Riau 2, Sahidin.

"PAN ini kan secara historis sangat erat kaitannya dengan Muhammadiyah, makanya kita akan ajak abang-abang dan kakak-kakak kita di PAN untuk ikut memperhatikan sekolah ini," tambahnya.

Kepala Sekolah SMP UAD, Wiyanto mengatakan, saat ini dirinya fokus bagaimana mencari cara agar kesejahteraan guru lebih terjamin. Adapun jumlah total guru yang mengajar adalah 9 orang.

Mereka menerima gaji hanya sekitar Rp 300-500 ribu saja per bulannya.

Salah satu sumber penghasilan sekolah adalah iuran uang sekolah sebesar Rp 50 ribu per-bulannya, dan itupun kadang ada yang menunggak.

"Ada guru yang disini dulu mengajar, tapi setelah lulus PNS, mereka tak mengajar lagi. Memang ada guru PNS mengajar disini, tapi mereka hanya untuk mencukupkan jam mengajar saja, jadi ya mereka sebatas mengajar saja," ujarnya.

Kepala Desa Air Terbit, Basuki, menambahkan, pihaknya sudah mencoba memberikan bantuan dari hibah desa, namun tentu saja masih kurang dari apa yang diperlukan Sekolah.

"Desa kami sebenarnya sudah bekerjasama dengan Umri di bidang kesehatan, mudah-mudahan nanti ada juga kerjasama di bidang pendidikan, dan salah satunya berkaitan dengan sekolah ini," tambahnya.***

Tags

Terkini