berita

Lima Langkah Bapanas Kendalikan Inflasi Pangan 2025

Jumat, 10 Januari 2025 | 10:00 WIB
Ilustrasi: Warga sedang melihat beras premium. (ANTARA)

RIAUMAKMUR.COM - Badan Pangan Nasional (Bapanas) akan melanjutkan lima langkah penting untuk menjaga stabilisasi dan inflasi pangan di 2025. Langkah pertama adalah optimalisasi penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di wilayah dengan harga beras tinggi.

"Ini aksi Badan Pangan Nasional. Tujuannya menjaga stabilisasi dan inflasi pangan 2025 tetap ada lima kegiatan penting," ucap Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas, Andriko Noto Susanto dalam keterngannya, Kamis (9/1/2025).

Andriko mengatakan untuk periode Januari hingga Februari 2025, penyaluran beras SPHP sudah akan disalurkan sebanyak 300 ribu ton. Langkah kedua adalah penyaluran bantuan pangan beras kepada 16 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) pada Januari dan Februari 2025.

Baca Juga: Sinopsis Film Werewolves, Mitos Manusia Serigala Penuh Misteri Kembali Hidup di Layar Lebar

Pada 2024, tahap 1, 2, dan 3 dari bantuan pangan beras sudah mencapai 99 persen. Di tahun 2025, bantuan pangan beras akan dilanjutkan hingga enam bulan ke depan, seperti yang disampaikan oleh Menteri.

Langkah ketiga adalah Gerakan Pangan Murah (GPM) yang sudah dilaksanakan 9.546 kali pada 2024. Pada 2025, gerakan ini akan dilanjutkan di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota untuk mengendalikan inflasi pangan.

Fasilitasi distribusi pangan menjadi langkah keempat yang telah berhasil menyalurkan 750 ton pangan pada 2024.

Baca Juga: Apple Watch Series 10 Dilengkapi Fitur Kesehatan Baru, Deteksi Sleep Apnea dan Pengukur Kedalaman untuk Snorkeling

Untuk 2025, distribusi pangan akan terus diperluas bersama Dinas Ketahanan Pangan Provinsi di seluruh Indonesia.

Terakhir, Bapanas kata dia  juga melanjutkan aksi melalui kios pangan. Pada 2024, tercatat 453 kios pangan di 33 provinsi dan 422 kabupaten/kota, yang akan dilanjutkan pada 2025 untuk pengendalian inflasi pangan.

Tags

Terkini