berita

Rollercoaster Inflasi Riau 2024, Pembelajaran Hebat bagi Pemerintah Kendalikan Inflasi

Jumat, 24 Januari 2025 | 10:46 WIB
M Nata Kesuma, S.Tr.Stat, Statistisi Ahli Pertama BPS Provinsi Riau.

RIAUMAKMUR.COM - "Inflasi Provinsi Riau pada Desember 2024 secara bulanan atau month-to month sebesar 0,62 persen dan secara tahunan atau year-on-year sebesar 1,25 persen," ucap Asep Riyadi Kepala BPS Provinsi Riau dalam Berita Resmi Statistik Inflasi, Nilai Tukar Petani dan Perkembangan Pariwisata Provinsi Riau pada 2 Januari 2025.

Nilai inflasi Provinsi Riau secara tahunan tidak mencapai target yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat yakni sebesar plus minus 2,5 persen yang berarti target nilai inflasi adalah sebesar 1,5 persen hingga 3,5 persen.

Selama tahun 2024 ini nilai inflasi Riau baik tahunan (year-on-year) maupun bulanan (month-to-month) Provinsi Riau bak “rollercoaster” yang cukup ekstrem.

Bagaimana tidak, apabila dilihat secara tahunan pada awal tahun 2024, nilai inflasi Provinsi Riau masih berada dalam target nasional yakni 2,35 persen pada Januari dan 2,86 persen pada Februari.

Akan tetapi, pada 4 bulan berikutnya mengalami kenaikan yang cukup tinggi dan berada diatas target nasional. Pada bulan Maret terjadi inflasi sebesar 3,57 persen.

Kemudian 3,99 persen pada April dan menempatkan Riau berada di posisi kelima dengan inflasi tertinggi untuk tingkat nasional.

Selanjutnya pada Mei terjadi inflasi sebesar 4,41 persen dan menempati posisi keempat inflasi tertinggi secara nasional serta 3,56 persen pada Juni dan menempati posisi kesembilan inflasi tertinggi secara nasional.

WWWPada 6 bulan terakhir di 2024, tercatat 3 bulan terjadi inflasi yang justru berada dibawah target nasional yakni pada bulan September sebesar 1,38 persen, November 0,87 persen dan Desember 1,25 persen.

Sedangkan apabila dilihat secara bulanan (month-to-month) nilai inflasi Riau juga mengalami hal yang serupa.

Pada awal tahun, sempat menyentuh angka 0,72 pada bulan maret, dan turun sangat tajam pada bulan juli menjadi -0,80 persen. Bahkan provinsi Riau sempat mengalami deflasi selama empat bulan berturut-turut dari bulan Juni hingga September.

“Rollercoaster”nya nilai inflasi provinsi Riau tahun 2024 baik secara tahunan maupun bulanan harusnya bisa menjadi pelajaran berharga bagi Pemerintah Provinsi dalam mengendalikan harga yang terjadi di pasar dan untuk mengendalikan inflasi pada tahun 2025.

Inflasi sendiri merupakan kenaikan harga barang atau jasa secara umum dan terus menerus dalam waktu tertentu. Inflasi memiliki tingkatan tingkatan yakni inflasi ringan, inflasi sedang, inflasi berat dan hiperinflasi.

Inflasi dapat menyebabkan uang kehilangan nilainya dari waktu ke waktu sehingga membuat konsumen mengurangi daya belinya terutama mereka yang memiliki pendapatan yang tetap.

Inflasi juga menjadikan biaya hidup menjadi meningkat karena barang barang yang biasa dibeli mengalami kenaikan harga sehingga biaya yang diperlukan untuk mendapatkan barang barang tersebut menjadi meningkat.

Selain itu juga inflasi yang tinggi atau tidak stabil dapat menciptakan ketidakpastiaan dalam perekonomian, mengganggu jalannya investasi dan efek ekonomi lainnya. 

Halaman:

Tags

Terkini