berita

Gubri Abdul Wahid Minta BRKS Perluas Nasabah dan Bantu Kelola Bantuan Masyarakat Secara Terarah

Kamis, 6 Maret 2025 | 15:56 WIB
BRK Syariah Riau Kepri.

RIAUMAKMUR.COM - Gubernur Riau (Gubri) Abdul Wahid meminta Bank Riau Kepri Syariah (BRKS) untuk memperluas serta mengembangkan jumlah nasabahnya.

Selain itu, ia juga mendorong BRKS agar menyusun skema guna mendukung kebijakan pemerintah dalam memberikan manfaat yang lebih optimal bagi masyarakat.

"Kami membahas banyak hal, termasuk target Bank Riau Kepri Syariah ke depan. Saya ingin mereka memperluas dan mengembangkan nasabahnya," ujar Gubri saat melakukan kunjungan kerja ke BRKS di Gedung Dang Merdu, Kamis (6/3/2025).

Baca Juga: BRK Syariah Cabang Jakarta, Bank Daerah yang Mampu Bersaing di Tingkat Nasional

Abdul Wahid menilai bahwa selama ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau telah berupaya membantu masyarakat, namun hasilnya belum maksimal.

Oleh karena itu, ia meminta BRKS untuk mendukung pengelolaan bantuan agar lebih terarah dan berdampak signifikan.

"Selama ini kita membantu masyarakat dengan cara yang kurang terorganisir. Misalnya, kita memberikan bantuan pengadaan sapi, tetapi setelah itu tidak ada pengelolaan lanjutan. Hasilnya kurang optimal. Ke depan, kita butuh manajemen yang lebih baik," jelasnya.

Lebih lanjut, Gubri mengusulkan agar BRKS memiliki divisi khusus yang menangani pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Riau.

Nantinya, Pemprov Riau akan menyediakan dana, sementara BRKS yang mengelola penyaluran serta pengawasannya.

"Saya ingin ada divisi yang khusus menangani UMKM. Pemprov yang menyediakan dana, dan BRKS yang mengelolanya agar lebih efektif," tambahnya.

Baca Juga: BRK Syariah Cabang Jakarta Catat Kinerja Positif, Aset Tumbuh 51,09%

Abdul Wahid juga mengapresiasi perkembangan BRKS yang dinilainya semakin baik. Ia berharap bank syariah daerah ini terus mengalami peningkatan di tahun-tahun mendatang.

"Tadi Pak Wakil Gubernur juga menyarankan agar pegawai BRKS meningkatkan pengetahuan dan inovasinya. Untuk itu, perlu ada pendidikan dan pelatihan guna meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM)," tutupnya.

Selain itu, ia menegaskan bahwa semua posisi manajemen yang mengalami kekosongan akan segera diisi sesuai prosedur yang berlaku.

Tags

Terkini