berita

Kunci Kasus Terkuak! Barang Bukti Ini Menguak Kejadian Sebelum Pembunuhan Juwita Jurnalis Banjarbaru

Sabtu, 5 April 2025 | 06:00 WIB
Fakta Baru Kematian Juwita, Jurnalis Asal Banjarbaru yang Dibunuh Kekasihnya, Oknum TNI AL. (instagram.com/polsek_banjarbaru)

RIAUMAKMUR.COM – Kasus pembunuhan terhadap Juwita, jurnalis asal Banjarbaru, Kalimantan Selatan, terus menyita perhatian publik setelah sejumlah fakta baru terungkap.

Salah satu bukti yang kini menjadi sorotan adalah rekaman video berdurasi lima detik yang diam-diam direkam oleh korban sebelum diduga dibunuh oleh Kelasi Satu (Kls) Jumran alias J, anggota TNI AL yang bertugas di Lanal Balikpapan.

Video pendek itu memperlihatkan pelaku masih mengenakan celana dan baju setelah diduga melakukan kekerasan seksual terhadap Juwita.

Baca Juga: Fakta Baru Pembunuhan Jurnalis Banjarbaru, Juwita Diduga Dirudapaksa Sebelum Dibunuh

Rekaman diambil dalam kondisi korban yang terlihat ketakutan, dengan tangan gemetar saat memegang kamera.

"Korban sempat merekam kejadian itu sebagai bukti. Dari keterangan keluarga, video ini menunjukkan bahwa pelaku baru saja melakukan aksinya," kata Muhammad Pazri, kuasa hukum keluarga korban, Rabu (2/4/2025).

Rekaman tersebut memperkuat dugaan bahwa sebelum ditemukan tewas pada 22 Maret 2025, Juwita telah menjadi korban rudapaksa oleh pelaku sebanyak dua kali.

Insiden pertama terjadi antara 25 hingga 30 Desember 2024.

Sementara kejadian kedua berlangsung tepat pada hari ditemukannya jasad korban.

Menurut Pazri, peristiwa itu sempat diceritakan Juwita kepada kakak iparnya pada 26 Januari 2025.

Saat itu, korban mengaku dipaksa memesan kamar hotel di Banjarbaru, lalu pelaku datang dan memaksa masuk.

Di kamar itulah pelaku kemudian mendorong korban ke tempat tidur dan merudapaksanya.

Selain video lima detik, korban juga sempat menyimpan sejumlah foto sebagai bukti tambahan.

Fakta lain yang memperkuat dugaan kekerasan seksual muncul dari hasil autopsi, yang menemukan adanya sperma di dalam rahim korban.

Mendapati temuan ini, keluarga mendesak agar dilakukan tes DNA untuk mengidentifikasi pemilik sperma tersebut.

Halaman:

Tags

Terkini