berita

BMKG: Riau Bisa Dua Kali Musim Kemarau Setiap Tahun

Selasa, 29 April 2025 | 14:24 WIB
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati (kanan) dan Gubri Abdul Wahid. (Riaumakmur.com)

RIAUMAKMUR.COM - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, mengingatkan bahwa Provinsi Riau memiliki tantangan alamiah yang lebih kompleks dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Hal ini disampaikan dalam konferensi pers usai Apel Gelar Pasukan dan Peralatan Kesiapsiagaan Penanganan Karhutla Nasional di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Selasa (29/4/2025).

Menurut Dwikorita, Riau secara klimatologis mengalami dua periode musim kemarau dalam setahun, yakni pada Februari–Maret dan kemudian kembali pada Mei hingga September.

Baca Juga: Menhut Raja Juli Antoni: Tren Karhutla Menurun, Tapi Kewaspadaan Harus Tetap Dijaga

“Riau ini tantangannya cukup berat karena secara alamiah mengalami musim kemarau dua kali. Pertama pada Februari–Maret, lalu kembali lagi mulai Mei, Juni, Juli, Agustus, bahkan bisa sampai September,” ungkapnya.

Kondisi tersebut membuat wilayah Riau lebih rentan terhadap kemunculan titik panas atau hotspot dibandingkan daerah lain.

Ia menjelaskan bahwa risiko kebakaran bisa saja terjadi meskipun tanpa unsur kesengajaan.

“Bahkan kalau tidak dibakar pun, dengan adanya angin dan gesekan ranting-ranting kering, itu bisa memicu kebakaran. Karena itu, harus dijaga betul agar tidak terjadi karhutla,” tegas Dwikorita.

Baca Juga: Menko Polkam: Presiden Prabowo Titip Pesan, Jangan Sampai Karhutla Jadi Isu Internasional

BMKG, lanjutnya, terus melakukan pemantauan mingguan terhadap dinamika cuaca dan potensi munculnya hotspot untuk mendukung upaya pencegahan karhutla oleh pemerintah daerah dan satuan tugas di lapangan.

Dengan karakteristik iklim yang unik, Dwikorita mengajak seluruh pihak, termasuk masyarakat, untuk lebih waspada dan aktif menjaga lingkungan agar tidak terjadi kebakaran yang dapat merusak ekosistem serta berdampak buruk pada kesehatan dan perekonomian masyarakat.

Tags

Terkini