berita

Cegah Kanker Stadium Lanjut, Kemenkes Luncurkan Teknologi AI untuk Diagnosis dan Pengobatan

Rabu, 14 Mei 2025 | 18:00 WIB
Potret Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat mengunjungi pabrik Oneject Indonesia terkait pembuatan mesin Hemodialisa dan kantong darah pada 26 Februari 2025. (Instagram/bgsadikin)

RIAUMAKMUR.COM -Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI terus berinovasi dalam penanganan kanker, salah satunya melalui pemanfaatan teknologi artificial intelligence (AI).

Kemenkes menggandeng PathGen, penyedia layanan diagnostik molekuler di Indonesia, yang berkolaborasi dengan perusahaan onkologi berbasis AI asal Amerika Serikat, Perthera.

Pengembangan teknologi ini diharapkan mampu memperkuat deteksi dini dan terapi kanker secara lebih presisi di Indonesia.

Baca Juga: Henny Sasmita Wahid: Jangan Biarkan Anak Penderita Kanker Berjuang Sendiri

“Bagaimana masyarakat diedukasi bahwa penyakit ini kalau ketemu harus dideteksi dini lebih awal karena teknologinya berkembang,” ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat ditemui di Hotel Fairmont, Senin, 12 Mei 2025.

Menkes Budi menegaskan bahwa deteksi dini menjadi kunci dalam meningkatkan peluang kesembuhan pasien kanker.

Menurutnya, seiring kemajuan teknologi, harapan sembuh semakin besar, tetapi harus dibarengi dengan kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan sejak dini.

“Kesembuhannya sudah tinggi, tapi harus deteksi dini orang-orang,” imbuhnya.

Baca Juga: Kemenkes dan Swasta Luncurkan Skrining Kanker Leher Rahim

Ia juga menyoroti masih adanya ketakutan masyarakat, khususnya perempuan, untuk menjalani pemeriksaan kanker karena takut menerima hasil.

“Perempuan kan suka bilang, ‘Aduh aku takut menerima kenyataan,’ justru itu yang berbahaya karena ketahuan di stadium 1, teknologi sekarang kayak breast cancer yang nomor satu pembunuh itu, 90 persen bisa sembuh,” jelas Menkes.

Melalui kerja sama ini, AI nantinya akan digunakan untuk menganalisis data pasien dan merekomendasikan obat serta terapi yang paling tepat sesuai profil molekuler kanker yang diderita pasien.

Langkah ini diharapkan mempercepat pengambilan keputusan medis, mengurangi kesalahan diagnosis, serta meningkatkan efektivitas pengobatan kanker di Tanah Air.

Tags

Terkini