RIAUMAKMUR.COM - Sebanyak 39 pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Purwakarta, Jawa Barat, akhirnya kembali ke pelukan keluarga setelah menyelesaikan program pendidikan karakter yang digelar selama dua pekan di Markas Resimen Armed 1 Sthira Yudha.
Program bela negara di Barak Militer ini merupakan inisiatif Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, sebagai upaya membentuk kedisiplinan serta semangat bela negara di kalangan pelajar.
Khususnya, bagi mereka yang tercatat memiliki catatan perilaku menyimpang seperti terlibat tawuran, bolos sekolah, atau mengonsumsi minuman keras.
Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, menyampaikan apresiasi terhadap semangat para siswa yang telah menjalani masa pembinaan intensif selama 14 hari.
"Alhamdulillah, setelah menjalani pendidikan berkarakter bela negara selama 14 hari, akhirnya mereka (para pelajar) bisa pulang," ujarnya saat ditemui media di Purwakarta, Minggu (18/5/2025).
Kepulangan para siswa dari barak militer disambut dengan suasana yang penuh emosi.
Tangis bahagia mewarnai pertemuan mereka dengan orang tua masing-masing.
Dalam video yang diunggah melalui kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, tampak sejumlah siswa langsung memeluk erat orang tuanya.
Bahkan, ada yang tersungkur bersujud di kaki sang ibu sebagai wujud penyesalan dan rasa syukur.
Momen-momen itu tak hanya menggetarkan hati para orang tua yang hadir langsung, tapi juga menyentuh perasaan publik yang menyaksikannya lewat media sosial.
Banyak warganet mengaku terharu melihat transformasi para siswa yang kini kembali ke rumah dengan semangat baru.
Dedi Mulyadi turut membagikan momen tersebut melalui akun Instagram pribadinya, @dedimulyadi71, pada Senin (19/5/2025).
Ia menuliskan pesan singkat namun menyentuh hati.
"Itu memang tetesan air mata, tapi yakinlah itu bentuk aliran bahagia," ungkapnya.