Padahal pengumuman perihal gencatan senjata itu hanya berasal dari negara sekutunya, AS, bukan dari Dewan Keamanan Internasional PBB.
"Saya telah menginstruksikan IDF (Militer Israel) berkoordinasi dengan Perdana Menteri (Benjamin Netanyahu) untuk menanggapi dengan tegas pelanggaran gencatan senjata oleh Iran," ujar Katz.
Katz kemudian mengklaim, akan melakukan serangan balasan ke Kota Teheran, Iran lantaran menilai adanya pelanggaran serius atas keputusan gencatan senjata.
"Dengan serangan dahsyat terhadap target rezim di jantung kota Teheran. Rezim Iran telah secara serius melanggar gencatan senjata yang dideklarasikan oleh Presiden AS," terangnya.
"Kami akan menanggapi dengan tegas setiap pelanggaran (Iran)," tukas Katz.***