berita

Frustasi Sakit, Ibu Paruh Baya di Desa Salo Timur Nekat Gantung Diri

Sabtu, 25 Maret 2023 | 21:39 WIB
Kolase Ibu paruh baya gantung diri karena frustasi di Desa Salo Timur (Polsek Bangkinang Barat)
KAMPAR - Seorang ibu paruh baya yang diketahui berprofesi guru di Desa Salo Timur, Kecamatan Salo ditemukan tak bernyawa gantung diri. Diduga yang bersangkutan frustasi atas penyakitnya.
 
Ibu paruh baya yang diperkirakan berusia 51 tahun ini ditemukan gantung diri di sebuah pohon dekat rumahnya di Desa Salo Timur, Kecamatan Salo, Kabupaten Kampar, Jumat (24/3/2023) yang disebabkan frustasi.
 
Ibu paruh baya yang tinggal di Desa Salo Timur, Kecamatan Salo, Kabupaten Kampar ini diketahui berprofesi sebagai seorang guru disalah satu sekolah di Kabupaten Kampar. Motif gantung diri diperkirakan akibat frustasi terhadap penyakitnya.
 
Baca Juga: Hujan Es Terjadi di Pekanbaru Sore Ini
 
Menurut Kapolsek Bangkinang Barat, Iptu Rekmusnita.S.H,M.H, Sabtu (25/3/2023), ibu parah baya yang tewas gantung diri di Desa Salo Timur ini berinisial RS dan diperkirakan berumur 51 tahun.
 
Peristiwa gantung diri ini pertama kali diketahui oleh anak kandung ibu paruh baya tersebut berinisial MH.
 
"Anaknya mengetahui peristiwa ini setelah sang suami korban berinisial AZ menyuruh anaknya mencari ibunya," beber Iptu Rekmusnita.
 
Baca Juga: Informasi PPPK Simpang Siur Bikin Honorer Kesulitan, Ini Harapan Abdul Kasim ke Pemprov Riau
 
Ia menjelaskan pihaknya menerima laporan mengenai peristiwa tersebut sekitat pukul 06.00 WIB, Jumat (24/3/2023).
 
Berdasarkan penuturan pihak keluarga, anak korban menemukan jasad ibunya saat memeriksa rumah dan halaman sekitar rumah.
 
Ketika si anak mengecek disekitar pohon jambu didekat rumahnya, ia melihat sesosok jasad tergantung di pohon.
 
Baca Juga: Kemenhub Tegur Super Air Jet Karena AC Mati
 
Pohon jambu ini tepat berada disamping rumah korban gantung diri. Korban tergantung dipokok pohon dengan sehelai kain sarung.
 
Melihat itu, anak Korban berteriak minta tolong kepada ayah dan warga sekitar.
 
Sekitar rumah korban sempat ramai saat itu dan jenazah sempat di ke RSUD Bangkinang.
 
"Pihak kepolisian sempat menawarkan untuk dilakukan otopsi terhadap jasad korban, namun pihak keluarga tidak menginginkan," tuturnya.
 
Menurut penuturan keluarga, beberapa waktu belakangan korban kerap mengeluh susah tidur.
 
"Penuturan dari keluarga, korban sering mengalami sakit di bagian kaki dan lehernya, kuat dugaan karena sakit korban nekat melakukan gantung diri ini," tutupnya.

Tags

Terkini