DUMAI - Setelah mengalami kendala beberapa minggu yang lalu, kilang minyak milik PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) Refinery Unit (RU) Dumai kembali normal dan siap berproduksi dengan kapasitas optimal.
Area Manager Communication, Relations, and CSR RU Dumai, Agustiawan, menyebutkan bahwa seluruh unit kilang yang terdampak telah berangsur beroperasi normal. Bahkan seluruh unit kilang yang terdampak oleh kejadian pada perpipaan unit kompresor telah berangsur beroperasi normal, termasuk Hydrogen (H2) Plant-701 dan 702 serta Hydrocracking Unit (HCU)-212 dan 211.
Hydrogen Plant merupakan unit kilang Dumai yang berfungsi untuk memproduksi hidrogen yang nantinya akan digunakan dalam mengolah produk. Sedangkan HCU bertugas untuk memproses fraksi berat untuk dicracking sehingga menjadi produk BBM bernilai jual tinggi.
“Kedua unit H2 Plant yang terdampak telah normal beroperasi sejak Kamis (13/4) dan Sabtu (15/4) lalu. Proses start up HCU-212 juga telah dilakukan Sabtu (15/4) lalu. Sedangkan HCU-211 kini dalam proses normalisasi unit,” kata Agustiawan, Jumat (21/4/2023).
Dijelaskan pula bahwa kapasitas HCU-212 saat ini sudah sesuai dengan perancanaan operasional dalam rangka satgas Ramadhan dan Idul Fitri (Rafi) Pertamina.
“Dengan mulai normalnya unit kilang yang terdampak, kini Kilang Dumai telah bisa beroperasi untuk menghasilkan produk BBM guna memenuhi kebutuhan energi nasional,” lanjut Agustiawan.
"Kami berkomitmen kilang Dumai dapat terus beroperasi dengan optimal serta diberikan kelancaran dan keamanan dalam operasionalnya. Mohon doanya,” pungkasnya.
Seperti diketahui, kilang Dumai merupakan kilang pengolahan minyak terbesar ketiga di Indonesia. Total kapasitas kilang Dumai mencapai 170 MBSD atau setara dengan 16,5% dari total kapasitas kilang yang dimiliki Pertamina. Mayoritas produk dari kilang Dumai adalah produk Solar, dimana dihasilkan dari Crude Distillation Unit (CDU) dan Hydrocracking Unit (HCU).
Produk kilang Dumai disalurkan untuk pemenuhan kebutuhan BBM masyarakat khususnya masyarakat Sumatera Bagian Utara. Kilang Dumai merupakan salah satu kilang penyangga 26% kebutuhan energi nasional. ***