berita

Nama Walikota Padang, Sukabumi Disebut dan Dimintai Pertolongan Oleh WNI yang Disekap di Myanmar

Rabu, 3 Mei 2023 | 06:15 WIB
Inilah sejumlah WNI disekap di Kamboja yang berhasil dibebaskan (/instagram @mnctvnews/priangantimurmnews.pikiran-rakyat.com)

Sejumlah nama kepala daerah di Indonesia disebut oleh para WNI yang saat ini terjebak, disekap dan disiksa di Myanmar.

Dalam video permintaan tolong mereka untuk diselamatkan yang tersebar luas di jagat media sosial, Nama pemerintah atau Walikota Padang, Hendri Sapta disebut oleh salah satu WNI korban penyekapan dan penyiksaan di Myanmar.

Kuat dugaan yang bersangkutan merupakan warga Indonesia yang berasal dari daerah Padang yang tertipu atas penipuan kerja luar negeri oleh sindikat mafia penipuan online.

Baca Juga: Prestasi Gemilang Wan Anisa, Mahasiswi Unilak asal Riau Ini akan Bela Indonesia di Ajang SEA Games 2023

Ada juga WNI yang menyebut nama Achmad Fahmi yang merupakan kepala daerah atau Walikota Sukabumi. Dalam kata-kata yang ada dalam video, ia meminta pejabat tersebut dapat menolong ia dan rombongan bebas dari penyekapan.

Ada juga dari antara WNI yang menyebut Gubernur Sumatera Utara dan Walikota Medan untuk dapat menolong mereka yang disekap serta disiksa di sebuah gedung di kawasan konflik Mywaddy Myanmar.

Dalam video tersebut, satu persatu para WNI meminta pertolongan, para korban ini dalam kondisi terpuruk dan terancam ditempat tersebut. Hal tidak manusiawi banyak terjadi.

Baca Juga: Tampil di Rumah Sendiri, Skuad China di Sudirman Cup 2023 Ini Bikin Ngeri

Untuk melihat videonya dapat mengklik Tautan Ini.

Bahkan para WNI yang dijadikan budak ditempat tersebut sebagian juga tidak diberi upah sama sekali.

Konflik di Myanmar sendiri terjadi akibat dari kudeta yang dilakukan militer beberapa tahun lalu.

Baca Juga: Tenten Anisa Muncul dan Langsung Somasi Virgoun dan Istrinya Inara Rusli

Negara Myanmar mengalami ketegangan dipemerintahan negaranya dimana masyarakat dengan militer saling berhdapan.

Kondisi ini jadi situasi empuk yang dimanfaatkan oleh sindikat penipuan online tersebut.

Kuat dugaan para WNI ini menjadi korban dari sindikat Jagal Babi yang pernah dilaporkan BBC dalam investigasinya.

Halaman:

Tags

Terkini