Akun media sosial Kedutaan Besar Indonesia di Yangon tidak dapat dikomentari.
Dilihat pada Rabu (3/5/2023), komentar ditiap postingan dari sosial media Kedutaan Besar Indonesia di Yangon tidak dapat disematkan komentar. Lantas ini membuat Niluh Djelantik tokoh politik dan pebisnis asal Bali berkomentar.
Padahal Warga Negara Indonesia (WNI) tengah dalam bahaya keberadaannya di negara Myanmar yang dalam kondisi konflik dan juga adanya penyekapan WNI yang menjadi korban sindikat mafia penipuan online.
Baca Juga: Kloter Kedua, 56 Warga Riau dari Sudan Tiba di Pekanbaru
Tidak bisanya akun media sosial Kedubes RI ini dikomentari, membuat politis sekaligus desainer yang berdiam di Bali, Niluh Djelantik berkomentar dan mempertanyakan melalui postingannya.
Dalam postingan Instagramnya yang dimuat pada Selasa (2/5/2023) ia mempertanyakan kenapa kolom komentar akun sosial media tidak bisa dikomen.
Ia juga menuliskan kalimat bertanya "Pengen komen di IG Kedubes Indonesia di Yangon kok gak bisa ya? WHY? oh WHY? Ada 21 WNI disekap, disiks*, dicamb*k, disetr*m. Bu Menlu please segera pulangkan mereka sebelum terlambat".
Baca Juga: Penyebab Meninggal Pelaku Penembakan Kantor MUI Pusat Terungkap dari Hasil Otopsi
Dalam postingan tersebut Niluh Djelantik juga melampirkan screenshot percakapannya WA nya dengan Gubernur Ridwan Kamil.
Dalam screenshot percakapan tersebut ia meminta bantuan Gubernur Jawa Barat bisa memperjuangkan kepulangan WNI tersebut.
Pada slide postingan berikutnya Niluh Djelantik juga melampirkan sejumalah data WNI yang menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan penyekapan dari diduga Sindikat Penipuan Online Jagal Babi.
Baca Juga: Residivis Diamankan Polres Kampar Karena Kasus Pencurian
Postingannya tersebut juga diteruskan ke akun media sosial Presiden Jokowi dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.
Pada story Instagram yang diposting Niluh Djelantik juga menegur hati nurani para Selebgram untuk memposting dan mem-blow up masalah penyekapan dan penyiksaan WNI di Myanmar