RIAUMAKMUR.COM - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur (BBKSDA Jatim) melalui Seksi KSDA Wilayah (SKW) II Bojonegoro melaksanakan pelepasliaran dua ekor Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) pada Rabu, (26/2/2025).
Dua primata tersebut, seekor jantan dan seekor betina, diserahkan secara sukarela oleh masyarakat melalui Dinas Pemadam Kebakaran Bojonegoro.
Kepala BBKSDA Jatim, Nur Patria Kurniawan, menjelaskan bahwa sebelum dilepasliarkan, tim medis BBKSDA Jatim melakukan observasi intensif untuk memastikan kondisi kesehatan dan perilaku kedua satwa tersebut.
Baca Juga: Gajah Liar Muncul di Pekanbaru, BKSDA Riau Lakukan Penanganan
Selama pemeliharaan, kedua monyet menunjukkan tanda vital yang baik, seperti aktif bergerak, makan, minum, dan dapat bertahan secara alami.
Lokasi pelepasliaran dipilih di Hutan Lindung (HL) di petak 6, Resor Pemangku Hutan (RPH) Mulyoagung, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Mulyoagung, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Parengan.
Area ini dinilai ideal karena memiliki sumber air yang memadai dan ketersediaan cadangan pangan alami yang cukup untuk mendukung kelangsungan hidup monyet tersebut.
Pelepasliaran ini merupakan bagian dari upaya konservasi untuk memulihkan keseimbangan ekosistem serta melindungi satwa liar.
Baca Juga: Selamatkan Gajah Sumatra: BUMN Sumbangkan Ribuan Bibit Pohon
Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga habitat alami satwa liar.
Keberhasilan pelepasliaran ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan lembaga konservasi adalah kunci untuk menjaga keseimbangan alam dan kelestarian satwa liar.