RIAUMAKMUR.COM - Cuaca di kota suci Mekkah saat ini cukup panas mencapai 43 derajat celcius. Kondisi ini mengharuskan jamaah untuk lebih peduli terhadap kondisi fisiknya agar bisa tetap sehat dan fit saat puncak pelaksaanaan haji 8 Zulhijjah mendatang.
Kepala Klinik Kesehatan Haji Indonesia dr Edy Supriatna dalam keterangannya mengatakan banyak penyakit dan keluhan jamaah haji yang timbul akibat dehidrasi di cuaca ekstrem ini.
"Suhunya tinggi kelembapan rendah. Untuk antisipasi harapannya tetap sehari-hari mengkonsumsi makanan yang disediakan," kata Kepala Klinik Kesehatan untuk Jamaah Haji Indonesia di Mekkah dr Edy Supriatna dikutip Rabu (7/6/2023).
"Ada beberapa hal yang harus dilakukan jamaah agar tetap sehat dan segar menghadapi cuaca panas saat ini," imbuhnya.
Pertama, menurut Edy, jamaah haji yang sudah ada di Mekkah sebelum umrah wajib sebaiknya istirahat dulu. Kedua, bila beraktivitas ke luar hotel menggunakan payung, topi, dan semprot wajah untuk mendinginkan wajah.
"Gunakan juga kacamata hitam agar mata jamaah haji tidak kena terik matahari secara langsung, " terangnya.
"Kemudian minum air ditambah oralit. 200 ml per jam ditambah oralit 1 saset per hari untuk support agar tidak dehidrasi, untuk jamaah haji lansia agar didampingi keluarga atau petugas jadi bisa membantu mengawasi aktivitasnya," lanjutnya.
Edy menambahkan bagi jamaah lansia, kalau ingin melakukan aktivitas ibadah itu betul-betul didampingi.
"Kalau perlu didampingi sampai selesai ibadahnya terlebih jamaah yang menggunakan kursi roda," tutur Edy.
"Kemudian jamaah haji lansia yang memiliki komorbid tetap minum obat yang rutin di minum dari Indonesia. Ini untuk membantu agar penyakit tidak kambuh di sini," tukasnya.***