Jamaah Haji Diimbau Waspadai Cuaca Panas di Madinah, Ini yang Harus Dilakukan

photo author
Ratna RM, Riau Makmur
- Rabu, 31 Mei 2023 | 09:40 WIB
Ilustrasi kaki jamaah haji melepuh.
Ilustrasi kaki jamaah haji melepuh.

RIAUMAKMUR.COM - Madinah di akhir bulan Mei, mulai memasuki musim panas. Suhu di siang hari bisa mencapai 40 derajat celsius atau lebih. Berbeda dengan di Tanah Air, kelembaban udara di Madinah lebih rendah.

Kelembaban udara yang rendah ini mengakibatkan panas terasa menyengat namun tubuh tidak berkeringat. Diketahui bahwa mekanisme berkeringat merupakan mekanisme untuk menstabilkan suhu tubuh.

Kepala Bidang Kesehatan PPIH Arab Saudi dr. M. Imran menyampaikan jamaah haji asal Indonesia harus mewaspadai suhu panas di Madinah. Jamaah haji harus menyiapkan perlindungan tambahan agar tetap bisa beribadah dengan sempurna di tengah cuaca panas di Madinah.

Baca Juga: Setiap Maktab Jamaah Haji Indonesia di Arafah Ditambah 10 Toilet

''Jamaah harus waspadai cuaca panas di Madinah. Panas di Madinah akan terasa lebih menyengat namun tubuh tidak berkeringat. Hal ini bisa menyebabkan masalah kesehatan yang bisa menghambat jamaah untuk menjalankan ibadah,'' tutur dr. Imran.

Terdapat lima penyakit yang sering muncul karena cuaca panas Madinah dan dialami oleh jamaah haji yaitu pertama yaitu infeksi saluran pernapasan atas (ispa). Gejala yang sering muncul yaitu batuk. Udara kering Madinah dapat menyebabkan lapisan didalam mulut dan hidung kita menjadi kering dan memicu terjadinya batuk.

Baca Juga: Kemenkes Kirim 107 Ton Obat dan Perbekalan Kesehatan untuk Pelayanan Kesehatan Jamaah Haji

Penyakit kedua adalah dehidrasi yang cukup serius. Kelembaban udara Madinah yang rendah, sering kali membuat jamaah haji tidak merasa langsung haus saat beraktifitas di luar ruangan. Gejala yang sering di alami jamaah haji yang mengalami dehidrasi yaitu pusing.

Kondisi dehidrasi juga sangat berbahaya bagi jamaah Lansia, karena banyak Lansia yang mengalami gangguan persepsi haus. Sensasi haus pada Lansia sedikit lambat maka saat Lansia merasa haus artinya Lansia tersebut dalam keadaan dehidrasi berat.

Akibat kondisi ini, jamaah haji disarankan setiap 1 jam harus minum air 250 ml dilakukan bertahap seperti sekali minum cukup dua atau tiga teguk air secara perlahan. Hal ini bisa mencegah tenggorokan kering sehingga tidak memicu batuk. Kebiasaan minum seperti ini juga bisa mencegah terjadinya dehidrasi.

Baca Juga: Agar Kejadian Jemaah Haji Menunggu Lama Tidak Terulang, Dirjen Penyelenggaraan Haji Siapkan Langkah Mitigasi

Ketiga, heat exhaustion atau kelelahan karena panas. kita ketahui aktifitas jamaah haji di Madinah adalah aktifitas fisik. Sebagian besar jalan kaki dari hotel menuju masjid Nabawi untuk menjalankan sholat arbain.

''Di Madinah, jamaah haji akan menjalankan sholat arbain. Dalam satu hari, jamaah akan berulang ke masjid Nabawi untuk menjalankan sholat wajib. Jamaah beresiko mengalami kelelahan dan terpapar sinar matahari terik terutama terutama di waktu zuhur dan ashar,'' kata dr Imran.

Ibadah arbain membuat jamaah haji beraktifitas fisik lebih dengan berjalan dari hotel ke masjid atau sebaliknya. Jemaah haji juga akan lebih sering terpapar sinar matahari terik terutama di waktu sholat zuhur dan ashar.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ratna RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X