berita

Nelayan Semakin Minati Resi Gudang Komoditas Ikan, Peningkatan Registrasi Signifikan

Rabu, 14 Juni 2023 | 20:02 WIB
Ilustrasi nelayan. Kini nelayan semakin melirik sistem resi gudang KBI untuk komoditas ikan. (Tonny Rarung)

RIAUMAKMUR.COM, JAKARTA - PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI) sebagai Pusat Registrasi Resi Gudang, telah merilis data mengenai pemanfaatan resi gudang pada empat bulan pertama tahun 2023. Menurut laporan tersebut, dari Januari hingga Mei 2023, terdapat 138 registrasi resi gudang yang dilakukan untuk 9 komoditas.

Dari total registrasi yang dilakukan, terdapat dominasi Resi Gudang untuk komoditas ikan dengan jumlah registrasi sebanyak 36 Resi Gudang. Jumlah ini mengalami peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2022, di mana hanya terdapat 3 registrasi resi gudang untuk komoditas ikan.

Selain itu, terjadi peningkatan volume barang yang disimpan dalam Resi Gudang untuk komoditas ikan. Pada periode Januari hingga Mei 2022, volume tersebut sebesar 90 ton, namun meningkat menjadi 303 ton pada periode yang sama di tahun 2023. Selain itu, terjadi juga peningkatan nilai pembiayaan dari Rp 1,5 miliar pada rentang waktu Januari hingga Mei 2022, menjadi Rp 15,8 miliar pada rentang waktu yang sama di tahun 2023.

Ilustrasi nelayan.

Terkait pemanfaatan resi gudang, data dari Kliring Berjangka Indonesia menyebutkan sepanjang tahun 2022 tercatat registrasi resi gudang sebanyak 629 registrasi dari 11 komoditas. Dari sisi volume, sepanjang tahun 2022 tercatat Volume barang mencapai 57,4 ribu ton. Sedangkan dari sisi nilai pembiayaan mencapai Rp 815 Miliar.

Plt Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Budi Susanto mengatakan peningkatan pemanfaatan resi gudang oleh para nelayan dan pemilik komoditas ikan ini, tentunya menjadi hal positif dalam ekosistem resi gudang.

"Dengan memanfaatkan resi gudang, Nelayan dan para pemilik komoditas ikan dapat menjaga stabilitas harga, yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan nelayan itu sendiri," ungkap Budi.

Ia berharap kedepan peningkatan ini juga terjadi di komoditas-komoditas lain. Untuk itu, pihaknya bersama dengan para pemangku kepentingan di Sistem Resi Gudang ini akan terus melakukan berbagai upaya untuk memberikan edukasi serta literasi kepada masyarakat pemilik komoditas tentang manfaat dari Resi Gudang.

"Secara internal, KBI sebagai Pusat Registrasi Resi Gudang juga akan terus meningkatkan layanan yang tentunya untuk memberikan layanan prima kepada para pemangku kepentingan di ekosistem resi gudang. Salah satunya adalah dengan mendorong anak usahanya, yiatu PT Kliring Perdagangan Berjangka Indonesia (KPBI) untuk menjadi katalis di ekosistem resi gudang ini”, ungkap Budi Susanto.

Terkait resi gudang komoditas ikan, Indonesia sendiri memiliki potensi besar untuk terus berkembang.

Data dari kajian estimasi potensi sumber daya ikan Kementerian Kelautan dan Perikanan tahun 2022 menyebutkan potensi ikan tangkap Indonesia mencapai 12,01 juta ton.

Sedangkan dari sisi konsumsi, Kementerian Kelautan dan Perikanan menyebutkan Indonesia memiliki angka konsumsi ikan 56,48 Kg per kapita di tahun 2022. ***

Tags

Terkini