berita

Mengenal Menggelek Tobu, Tradisi Unik Masyarakat Kampar di Desa Kuok

Selasa, 18 Juli 2023 | 20:15 WIB
Proses Menggelek Tobu di Desa Kuok, Kampar.

RIAUMAKMUR.COM, KUOK - Dosen dan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Riau menghidupkan kembali aktivitas Menggelek Tobu di Desa Kuok, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau.

Kegiatan Menggelek Tobu ini dilakukan di Rumah Alat Lontiok, Dusun Pulau Belimbing I, Desa Kuok, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar, Riau, Minggu (16/7/2023).

Acara Menggelek Tobu ini merupakan kegiatan pengabdian terintegrasi dosen Jurusan Teknologi Pertanian yang diketuai oleh Dr Farida Hanum Hamzah, SP, M.MP, kemudian anggota Rahmadini Payla Juarsa, S.T.P. M.Si., Mhd. Andry Kurniawan, S.T., M.Sc., Imelda Yunita, S.TP., M.P., Nur Hasnah AR, S.TP., M.Si., Yanti Nopiani, S.TP., M.Sc., dan Angga Pramana, S.P., M.Sc.

Kegiatan pengabdian ini terintegrasi dengan kelompok mahasiswa Kukerta yang diketuai oleh Faldi Dwi Permana dan beranggota sembilan orang. Mahasiswa Kukerta ini berasal dari berbagai Fakultas dan Program Studi yang ada di Universitas Riau.

Sebagai informasi, tradisi ini merupakan bagian tak terpisahkan dari warisan budaya yang telah dijaga secara turun-temurun oleh masyarakat Desa Kuok.

Tradisi tersebut melibatkan proses penggilingan tebu menggunakan alat tradisional berbahan kayu yang disebut 'Gelek Tobu'.

Pada acara ini, masyarakat setempat berkumpul dengan kekompakan tinggi, bekerja sama untuk menggiling tebu menjadi air sari, yang kemudian diolah menjadi manisan yang lezat sebagai pengganti gula yang disebut sebagai nisan.

Olahan pangan lokal nisan inilah yang menjadi potensi pangan lokal Pulau Belimbing sebagai daerah desa wisata.

Pada proses menggelek tobu, diperlukan sekitar sepuluh orang peserta untuk memutar kayu penggiling tebu secara bersamaan.

Dengan kepiawaian mereka, tebu dapat digiling dengan baik, sehingga air sari tebu dapat mengalir melalui saluran yang diletakkan di bawah kayu penggilingan, dan ditampung dalam wadah yang disediakan.

Tradisi ini dapat ditemui secara khusus di Desa Kuok, yang dulunya merupakan salah satu daerah penghasil tebu terbesar di Kabupaten Kuok, Riau.

Menggelek Tobu telah menjadi bagian integral dari identitas budaya masyarakat Kuok. Tradisi ini telah bertahan sejak zaman dahulu dan kini dosen UNRI beserta mahasiswa Kukerta mencoba menghidupkan kembali tradisi menggelek tobu ini.

Selain sebagai upaya melestarikan tradisi, menggelek tobu juga memiliki peran sosial dalam masyarakat.

Pada zaman dulu, acara ini tidak hanya menjadi tempat untuk menggiling tebu, tetapi juga menjadi tempat bagi para pemuda dan pemudi desa untuk saling mengenal dan mencari jodoh.

Cinta dan persaudaraan dapat berkembang saat mereka berpartisipasi dalam kegiatan menggelek tobu.

Dalam rangka melestarikan tradisi ini, pemerintah desa dan berbagai pihak terkait bekerja sama untuk menjaga dan mempromosikan menggelek tobu.

Desa Kuok berusaha menjadikan tradisi ini sebagai bagian dari Desa Wisata, sehingga masyarakat lokal dan wisatawan dapat mengenal serta mengapresiasi kekayaan budaya yang dimiliki desa ini.

Tradisi Menggelek Tobu di Desa Kuok diharapkan terus hidup dan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat dan pengunjung.

Dengan tetap menjaga dan merawat warisan budaya ini, Desa Kuok berharap tradisi Menggelek Tobu akan terus menginspirasi generasi muda untuk mencintai dan melestarikan budaya Indonesia.***

Tags

Terkini