berita

HUT ke-66 Riau, Indeks Pembangunan Manusia Melebihi Capaian Nasional

Rabu, 9 Agustus 2023 | 15:44 WIB
Upacara peringatan HUT Ke-66 Provinsi Riau di halaman Kantor Gubernur, Jalan Sudirman, Kota Pekanbaru, Rabu (09/08/2023).

RIAUMAKMUR.COM, PEKANBARU - Provinsi Riau saat ini memasuki usia 66 tahun, telah banyak perkembangan yang dialami oleh negeri berjuluk Bumi Lancang Kuning. Mulai dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM), hingga menjadi salah satu pusat perekonomian di Sumatera.

Dijelaskan Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar, capaian IPM pada tahun 2022 sebesar 73,52 (kategori tinggi), lebih tinggi dari capaian Nasional, yaitu sebesar 72,91. Dengan demikian, IPM Provinsi Riau berada pada peringkat tujuh se Indonesia.

Hal ini disampaikan Gubri Syamsuar saat mempimpin upacara peringatan HUT Ke-66 Provinsi Riau. Kegiatan tersebut berlangsung di halaman Kantor Gubernur, Jalan Sudirman, Kota Pekanbaru, Rabu (09/08/2023).

“Alhamdulillah, Provinsi Riau telah menjadi salah satu pusat perekonomian Sumatera ditandai dengan pertumbuhan ekonomi pada triwulan II tahun 2023 tumbuh sebesar 4,88 persen. Provinsi Riau merupakan provinsi dengan PDRB terbesar ke-6 di Indonesia. Begitu juga dengan capaian IPM pada tahun 2022 sebesar 73,52 (kategori tinggi), lebih tinggi dari capaian Nasional, yaitu sebesar 72,91. Dengan demikian, IPM Provinsi Riau berada pada peringkat tujuh se Indonesia,” jelasnya.

Gubri Syamsuar mengatakan, begitu juga dengan realisasi investasi Provinsi Riau. Pada tahun 2022 termasuk ke dalam lima terbaik nasional, ditandai dengan realisasi investasi sebesar Rp. 82,5 Triliun, telah mencapai 135,8 persen dari target yang ditetapkan.

Dengan begitu, pencapaian tersebut memiliki dampak positif terhadap penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT).

“Tingginya investasi di Provinsi Riau, berdampak pada Tingkat Pegangguran Terbuka (TPT) Provinsi Riau Februari 2023 sebesar 4,25 persen, turun dibandingkan dengan Februari 2022. TPT Provinsi Riau lebih rendah dari capaian Nasional, yaitu sebesar 5,45 persen,” katanya.

Diungkapkan, untuk pengendalian inflasi Provinsi Riau dapat disebut berhasil. Hal ini dibuktikan pada bulan Juli 2023 mencapai 1,96 persen, lebih rendah jika dibandingkan inflasi Juli 2022 (7,04 persen) dan terus menunjukkan tren penurunan sejak Desember 2022. 

Kemudian, perekonomian Riau menunjukkan tren pemulihan yang kuat. Ini dibuktikan melalui terjadi penurunan jumlah penduduk miskin di Provinsi Riau yang lebih rendah apabila dibandingkan dengan kondisi nasional. 

“Pada tahun 2022, jumlah penduduk miskin tercatat 500,81 ribu jiwa, menjadi 485,03 ribu jiwa di tahun 2023. Pada tahun 2022 kemiskinan ekstrem Riau tinggal sebesar 1,40 persen lebih rendah dibandingkan kondisi nasional, yaitu sebesar 2,04 persen,” ungkapnya.

Pada tahun 2023 berdasarkan data IDM (Indeks Desa Membangun), Provinsi Riau telah berhasil mengentaskan desa yang berstatus desa tertinggal dan desa sangat tertinggal.

Untuk itu, dirinya mengapresiasi kinerja semua pihak yang telah berusaha menurunkan kemiskinan di Riau.

“Sebagai komitmen kami dalam membantu pembangunan pada 1.591 desa. Pemprov Riau telah memberi bantuan keuangan khusus kepada desa sebagai upaya meningkatkan perekonomian di daerah. Adapun jumlah yang telah diberikan oleh Pemprov Riau dari tahun 2019-2023 yaitu sebesar 1,12 triliun,” ujarnya.

Halaman:

Tags

Terkini