Selain itu, PT KPI Kilang Dumai juga mengembangkan beragam inovasi sosial yang memberikan dampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat sekitar. Setiap program dikaji secara mendalam menggunakan metode Social Return On Investment (SROI), memastikan manfaat yang optimal dan berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.
Agustiawan, selaku Area Manager Communication, Relations, & CSR PT KPI Kilang Dumai, menegaskan bahwa pencapaian ini semakin memperkokoh komitmen PT KPI Kilang Dumai melalui dua unit operasinya, yang tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan energi masyarakat dan menjaga ketahanan energi nasional, tetapi juga berperan aktif dalam keberlanjutan pengelolaan lingkungan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasi perusahaan.
"Melalui program-program Corporate Social Responsibility (CSR) atau Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), kami terus berupaya mengembangkan inisiatif yang berdampak nyata bagi masyarakat. Program ini dirancang berdasarkan pemetaan sosial yang dilakukan secara berkelanjutan serta selaras dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dan Sustainable Development Goals (SDGs)," jelasnya.
Agustiawan menambahkan bahwa melalui program TJSL Bedelau Minapolitan, Kilang Dumai berfokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir serta perlindungan wilayah pesisir dari ancaman abrasi. Sementara itu, program TJSL Kilang Sungai Pakning difokuskan pada mitigasi perubahan iklim di kawasan gambut.
"Program unggulan CSR Bedelau Minapolitan menitikberatkan pada pemberdayaan nelayan ngokang melalui inovasi Alat Pemecah Ombak (APO) Lancang Kuning serta penanaman dan nursery mangrove endemik (belukap). Program ini tidak hanya berkontribusi dalam menurunkan emisi karbon hingga lebih dari 61.239 ton CO₂eq, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan nelayan dengan menyediakan alternatif pekerjaan dan meningkatkan hasil tangkapan ikan berkat perbaikan infrastruktur melaut," pungkasnya.
Untuk program unggulan TJSL di Sungai Pakning, Agustiawan mengungkapkan bahwa pada tahun 2024, PT KPI Kilang Dumai Operasi Sungai Pakning akan memfokuskan upaya pada revegetasi lahan gambut serta pengembangan pertanian lahan gambut yang ramah lingkungan sebagai bagian dari komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan lingkungan.
"Kami menghadirkan inovasi yang berkelanjutan dalam kedua program ini dengan menciptakan berbagai terobosan, seperti AKURRAT, alat pengukur level air gambut yang berfungsi dalam pemantauan kondisi lahan, serta PEMIMPI ACTOR, inovasi untuk menyemai bibit di lahan pertanian bagi petani binaan kami," jelasnya.
Agustiawan menambahkan bahwa inovasi tersebut dirancang dan dikembangkan langsung oleh Perwira Kilang Sungai Pakning, dengan memanfaatkan limbah non-B3 perusahaan. Lebih dari sekadar inovasi internal, kedua teknologi ini juga telah memperoleh nomor paten, memperkuat kontribusi Kilang Sungai Pakning dalam riset dan pengelolaan lingkungan berbasis teknologi.
"Kami terus berupaya menghadirkan solusi inovatif yang tidak hanya berdampak pada keberlanjutan lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar," pungkasnya.
Melalui inovasi dalam program CSR, Kilang Sungai Pakning telah berkontribusi secara signifikan dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), mempercepat proses pemadaman hingga tiga kali lebih cepat serta meningkatkan level air tanah dari 82 cm menjadi 40 cm, yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem gambut.
Selain itu, program pertanian lahan gambut ramah lingkungan yang dikembangkan telah membawa dampak ekonomi nyata bagi masyarakat. Pendapatan setiap anggota Kelompok Tani Maju Jaya Bersama meningkat sebesar Rp 3.115.625 per bulan, sementara 50% dari anggota kelompok tani yang terlibat adalah perempuan, menandakan partisipasi aktif perempuan dalam pengembangan program ini dan penguatan kemandirian ekonomi di komunitas mereka.
Inovasi yang lahir dari Perwira Kilang Dumai dan Kilang Sungai Pakning menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat bukan hanya menjadi tanggung jawab perusahaan, tetapi juga melekat dalam semangat dan dedikasi para pekerja. Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa keberlanjutan dapat diwujudkan melalui sinergi antara perusahaan dan insan yang berada di dalamnya.
Penghargaan bergengsi yang diraih oleh PT KPI Kilang Dumai dalam Ajang Anugerah Lingkungan PROPER diserahkan langsung kepada Corporate Secretary PT KPI, Hermansyah Y. Nasroen, untuk Program Bedelau Minapolitan Kilang Dumai, serta kepada VP HSSE PT KPI, Diandoro Arifian, untuk Program Menyemai Manfaat Tuah Gambut Bersemi Kilang Sungai Pakning.
Penyerahan PROPER Emas ini turut disaksikan oleh Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Diaz Hendropriyono, dan disiarkan secara langsung melalui stasiun televisi nasional, mempertegas prestasi yang dicapai oleh perusahaan dalam mengelola lingkungan secara berkelanjutan.
Pada penilaian PROPER tahun 2024, terjadi peningkatan signifikan dalam jumlah perusahaan yang berpartisipasi, mencapai 4.495 perusahaan atau meningkat sebesar 21,68% dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya melibatkan 3.694 perusahaan.
Artikel Terkait
Peringati Hari Pahlawan, PT KPI Kilang Dumai Gelar Upacara Bendera dan Tabur Bunga di Laut
Berbagi Kebahagiaan di Perayaan HUT PT KPI ke-7, Kilang Dumai Berikan Santunan Rp 75 Juta untuk Anak Yatim
Penuhi Kebutuhan Air untuk Keandalan Kilang, PT KPI Kilang Dumai dan Perumdam Tirta Dumai Bersemai Jalin Kerjasama
KPI Panggil Lembaga Penyiaran terkait Pengawasan Pilkada
Tingkatkan Awareness Kesehatan Pendengaran Pekerja, PT KPI Kilang Dumai Selenggarakan Hearing Conservation Program
Diikuti Ratusan Pelajar Kota Dumai dan Sungai Pakning, PT KPI Kilang Dumai Gelar Lomba Lintas Alam
Upaya Tekan Stunting Balita di Sekitar Wilayah Operasi, PT KPI Kilang Dumai Terus Lakukan Pendampingan Gizi Lewat Posyandu Sehati
Serunya Belajar Keanekaragaman Hayati Bersama Ratusan Anak Sekolah, PT KPI Kilang Dumai Terima Kunjungan TK Alfaduta Dumai
Ramah Lingkungan, Kini Program Bedelau Minapolitan PT KPI Kilang Dumai Manfaatkan Energi Matahari
PT KPI Kilang Dumai Optimalkan Pasokan Energi dan Bentuk Satgas untuk Nataru 2025