Awal Mula dari Tanaman Hias, Begini Sejarah Kelapa Sawit di Indonesia

photo author
Fadly Ibrahim, Riau Makmur
- Rabu, 26 April 2023 | 17:36 WIB
Sejarah kelapa sawit di Indonesia (Pixabay)
Sejarah kelapa sawit di Indonesia (Pixabay)

PEKANBARU Perkebunan kelapa sawit di Indonesia memang tak ujuk-ujuk ada, tapi ada sejarahnya.

Dalam sejarahnya kelapa sawit dengan bahasa latin elaeis guineensis ini, merekam setiap perjalan ekonomi masyarakat Indonesia, hingga menjadi salah satu komoditi diperhitungkan dalam devisa negara.

Para petani kita mungkin tak semua tahu tentang perjalanan sejarah kelapa sawit di Indonesia. Tapi, mereka tahu kalau tanaman mirip pohon kurma ini adalah tumpuan ekonomi, di tengah gempuran isu lingkungan tak berkesudahan. 

Semua berawal dari tahun 1848. 

Entah apa yang ada di kelapa Dr. D. T. Pryce—orang Belanda—yang ketika itu membawa 4 biji buah kelapa sawit dari Amsterdam, Belanda. 

Ada 2 biji benih sawit dari Bourbon, Mauritius dan 2 benih lainnya berasal dari Hortus Botanicus itu ditanam di Kebun Raya Bogor. Proses penanaman dipimpin oleh Johanes Elyas Teysman.

Kelapa sawit ini ternyata tumbuh subur, bahkan di ketinggian 12 meter dari permukaan tanah. Di sekitar 1853 atau 5 tahun setelah ditanam pohon sawit ini pun berbuah.

Biji-biji kelapa sawit dikumpulkan lalu dibawa ke Sumatera tahun 1875. Biji sawit ini ditanam di pinggir jalan sebagai tanaman hias, untuk mempercantik pemandangan, karena bentuknya yang istimewa seperti palm khas Timur Tengah (Kurma).

Singkat cerita, pohon-pohon sawit ini ternyata tubuh subur di daerah Deli Serdang, Sumatera Utara, tahun 1970-an. Orang-orang pun mengenal sawit dari daerah ini dengan sebutan Deli Dura.

Awalnya, orang-orang Belanda di zaman itu memang tak peduli dengan sawit. Mereka lebih suka mengkonsumsi minyak kelapa, dan harganya jauh lebih bersaing.

Naiknya pamor minyak sawit tak lepas dari revolusi industri di tahun 1750 hingga 1850 di Eropa. Saat itu, negara-negara di sana tengah membutuhkan bahan baku minyak nabati dalam jumlah yang tinggi.

Sedang minyak nabati di Eropa berasal dari biji bunga matahari dan kacang kedelai. Masa panennya sangat lama.

Pemerintah Hindia Belanda punya inisiatif untuk coba mengembangkan kelapa sawit dalam skala besar di beberapa tempat. Jika merujuk pada sejarahnya dalam buku: Sawit Mitos atau Fakta, tahun 1856 penanaman kelapa sawit pertama kali dilakukan di Karesidenan Banyumas.

Namun, hasilnya nihil. Sawit yang mereka tanam tak menghasilkan minyak yang baik. Namun dari sini diketahui fakta bahwa pohon sawit di Indonesia 4 tahun lebih cepat berbuah ketimbang di tempat asalnya di Afrika sekitar 6, 7, bahkan 8 tahunan, baru berbuah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Fadly Ibrahim

Tags

Rekomendasi

Terkini

X