RIAUMAKMUR.COM, BENGKALIS - Wakil Ketua DPRD Bengkalis, Syahrial, mengungkapkan bahwa sumber dari persoalan mosi tidak percaya di DPRD Bengkalis, bermula dari rapat paripurna pembentukan Pansus, yang dipimpin oleh Sofyan.
Artinya, kata Syahrial, rapat paripurna itu bukan dipimpin oleh dia maupun Ketua DPRD Bengkalis, Khairul Umam.
Anehnya, Sofyan yang memimpin rapat paripurna malah ikut menandatangani mosi tidak percaya bersama Anggota DPRD Bengkalis lainnya.
Baca Juga: Syahrial: Pak Khairul Umam Guru Saya, Hebat Sekali Kalau Saya Bisa Intervensi Beliau
Sebagai informasi, Sofyan merupakan Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bengkalis.
Diceritakan Syahrial, sebenarnya waktu itu dirinya selaku Ketua Fraksi Golkar sudah memasukkan nama Asmara, Rahmah Yenny, dan Hendri Hasibuan sebagai delegasi Pansus.
"Pimpinan (Sofyan-red), waktu itu memancing situasi panas, dia memaksa empat nama Anggota lain, yaitu Septian Nugraha, Al Azmi, Syafroni Untung, dan Akok harus tetap masuk. Saya tanya, apa aturan yang mewajibkan mereka harus masuk dalam Pansus?" tegas Syahrial, Senin (4/9/2023).
Baca Juga: Konflik Internal DPRD Bengkalis, Syahrial: Bayangkan Selama Satu Tahun, Ada Kader Partai Lain di Fraksi Golkar
Syahrial mengakui dirinya menerima ancaman verbal dari Sofyan, yang mengatakan bahwa 'kalau tak dimasukkan, siap-siap saja'. Meski emosi, Syahrial tetap menjawab dengan tenang 'silahkan saja'.
Ancaman verbal itu disaksikan langsung oleh Khairul Umam.
Syahrial kemudian menyampaikan kepada Khairul Umam, bahwa dia menawarkan dua opsi, tetap rapat paripurna dengan Golkar tanpa empat orang itu, atau rapat paripurna tanpa kehadiran Fraksi Golkar.
"Tapi muncul opsi baru, yaitu fraksi lain menarik diri dengan alasan jiwa korsa. Dua periode di DPRD Bengkalis ini, baru saya dengar ada istilah jiwa kebersamaan ini. Dan saya tegaskan, saya mengharamkan diri untuk ikut campur urusan fraksi lain, kalau saya pernah buat begitu, gugat saya," tuturnya.
Baca Juga: 'Dikeroyok' Gegara Pecat Keluarga Bupati dari DPRD, Golkar: Hormati Keputusan Partai Kami
Selanjutnya, Syahrial menyayangkan sikap 36 Anggota Dewan ini yang dinilainya mengenyampingkan kepentingan mssyarakat, tapi malah menggiring opini bahwa mosi tidak percaya ini dengan dalih kepentingan umum.
"Suka tak suka, keputusan kami ini sesuai dengan Surat Edaran Kemendagri tentang Anggota DPRD yang maju di Pileg 2024 dari partai berbeda. Dan saya sudah capek ditanya terus masalah ini, payah nak cakap," tutupnya.***
Artikel Terkait
Dirilis Besok, XODIAC Tampil Segar di Teaser MV Lemonade
Wow! Belum Resmi Debut, RIIZE Sudah Jadi Million Seller dengan Single Album Get a Guitar
Operasi Zebra di Pekanbaru, Polantas Musti Humanis
Kapolda Riau Buka Operasi Zebra Lancang Kuning 2023, Ini Sasarannya
Buka Secara Resmi Pelatihan GTA, Ini Harapan Gubernur Syamsuar
Audiensi Bersama Riset Inovasi Indonesia Yayasan Zafirah, Ini Kata Wagubri
Belum Diterima, Pemprov Riau Kembali Bahas Pembentukan UPT Pengelolaan Pangan Strategis
Yuk Kenalan dengan Cheng Lei, Aktor China yang Buat Oleng di Drama My Journey to You
Konflik Internal DPRD Bengkalis, Syahrial: Bayangkan Selama Satu Tahun, Ada Kader Partai Lain di Fraksi Golkar
Syahrial: Pak Khairul Umam Guru Saya, Hebat Sekali Kalau Saya Bisa Intervensi Beliau