Akademisi Ini Ajak Anak Muda Untuk Peduli dengan Politik, Ambil Peran di Jabatan Strategis

photo author
Hasbullah RM, Riau Makmur
- Rabu, 13 September 2023 | 17:17 WIB
Dr Tito Handoko saat memberikan materi.
Dr Tito Handoko saat memberikan materi.

RIAUMAKMUR.COM, PEKANBARU- Pengamat politik pemerintahan, Dr Tito Handoko MSi, mengimbau para anak muda, khususnya yang generasi Z, untuk lebih melek dengan situasi terkini politik dan pemerintahan.

Hal tersebut disampaikan Dr Tito Handoko saat menjadi pembicara di acara deklarasi relawan Gibran Provinsi Riau, Rabu (13/9/2023).

Disampaikan Dr Tito Handoko, generasi Z terlahir di masa reformasi, sehingga tidak mengalami situasi tekanan di bawah orde baru maupun pasca orde baru. Yang mana dimasa itu, akses informasi sangat sulit didapat.

Baca Juga: Pentingnya Edukasi Politik ke Masyarakat, Pengamat Ingatkan Bacaleg Supaya Berkampanye dengan Benar dan Jujur

Generasi Z, menurut dia, karena lahir diatas tahun 2000, hidup dalam 'tsunami informasi' dan akses teknologi yang sangat mumpuni.

"Jadi, generasi Z ini sangat terpengaruh terhadap trend media sosial, bahkan berdasarkan penelitian, mereka ini bisa menghabiskan banyak waktu untuk meng-scroll media sosial dan bermain game online, sampai 9 jam satu hari," kata Dosen Fisip Universitas Riau ini.

Sayangnya, informasi yang diterima mereka dari media sosial sangat jarang yang berkaitan dengan politik pemerintahan. Sehingga, mereka kurang aware dengan dinamika politik pemerintahan.

Baca Juga: Berperan Tingkatkan Kesadaran Pemilu, Arsyadjuliandi Rachman dan Ida Yulita Susanti Dapat Apresiasi

"Kalaupun ada, itu pasti mereka yang sudah terafilisasi parpol, ormas, dan lingkungannya. Kenapa sedikit? Karena mayoritas anak muda menganggap politik dan pemerintahan itu urusan orang tua, ini diperkuat dengan fakta bahwa jabatan strategis diisi oleh orang-orang tua," tambahnya.

Dr Tito Handoko tak membantah jika ada beberapa jabatan strategis yang diisi oleh anak muda. Tapi, mereka ini bukanlah representasi dari anak muda yang sebenarnya.

"Kita sebut saja ada Menteri termuda di Indonesia, Dito Aryotedjo, kita sama tahu lah bagaimana latar belakang keluarga dan mertuanya. Paling hanya Wakil Menteri Pertanahan yang lahir dari aktivis. Kenapa ini terjadi? Karena generasi muda tidak ngeh dengan politik," tuturnya.

Baca Juga: Kader Antusias Sambut Anies - Muhaimin, PKB Pekanbaru Mulai Incar Posisi Pimpinan DPRD

Untuk itu, Dr Tito Handoko mengajak anak muda agar terlibat dalam aktivitas politik, misalnya di partai politik, organisasi mahasiswa ataupun organisasi kemasyarakatan, supaya lebih peduli dengan kondisi politik terkini.

"Contoh sederhananya, mahasiswa tamat kuliah di usia 21 tahun, kemudian bisa bekerja beberapa tahun setelah itu, apakah sudah bisa punya rumah? Sangat sedikit kan. Tapi ketika ada perwakilan kita yang duduk di jabatan strategis, mereka bisa bantu kita melalui kebijakan. Intinya, saya mau anak muda jangan antipati dengan politik," tutupnya.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Hasbullah RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X