Muhammadiyah Sebut Golput Hukumnya Makruh, Tapi Ngajak Orang Golput Hukumnya Haram, Masyarakat Jangan Sampai "Bucin Politik"

photo author
Hasbullah RM, Riau Makmur
- Jumat, 29 Desember 2023 | 17:23 WIB
Sekretaris Umum Pimpinan Muhammadiyah, Abdul Mu'ti.
Sekretaris Umum Pimpinan Muhammadiyah, Abdul Mu'ti.

RIAUMAKMUR.COM - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengingatkan masyarakat untuk berpartisipasi dalam Pemilu 2024

Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti, terkait fatwa soal tidak menggunakan hak pilih alias golongan putih (golput) pada Pemilu 2024.

Menurut Muhammadiyah, golput hukumnya makruh, tapi mengajak orang untuk Golput, hukumnya haram.

Baca Juga: Kader Muhammadiyah Wajib Pahami dan Aktualisasikan Islam Berkemajuan Supaya tak Terinfiltrasi Ideologi Lain

Abdul Mu'ti menegaskan bahwa sikap Muhammadiyah dalam Pemilu 2024 adalah netral.

Artinya, Muhammadiyah tidak mendorong salah satu paslon capres-cawapres tertentu.

Namun, Mu'ti meminta warga Muhammadiyah untuk tetap berpartisipasi dalam gelaran Pemilu dengan tidak golput.

Baca Juga: Supaya Anak Muda Proaktif di Bidang Politik, Karmila Sari Beri Insight Baru ke Siswa SMK 3 Muhammadiyah Pekanbaru

"Bagi Muhammadiyah golput itu tidak haram, mungkin levelnya baru makruh saja lah. Tetapi kalau mengajarkan atau mengajak golput, itu yang haram menurut saya," ujar Mu'ti usai menghadiri acara Refleksi Akhir 2023 di Masjid At Tanwir Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Kamis (28/12), dilansir dari CNN Indonesia. 

"Karena selain itu melanggar undang-undang, kampanye golput itu kan melanggar undang-undang, itu juga sikap di mana orang cenderung untuk antipati terhadap proses demokrasi," tambahnya.

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) makruh berarti 'dianjurkan untuk ditinggalkan, tetapi tidak berdosa apabila dikerjakan'.

Sedangkan haram itu artinya 'terlarang'.

Baca Juga: PW Muhammadiyah Riau Gelar Tablig Akbar, Ada Hadiah Paket Umrah Hingga Sepeda Motor

Dalam kesempatan itu, Mu'ti juga turut menyampaikan pesan kepada masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya dalam Pilpres 2024 nanti.

"Terkait dengan pilihan pesiden dan wakil presiden, silakan warga perserikatan Muhammadiyah menentukan pilihan, melihat program-programnya, jangan hanya melihat personnya, tapi juga lihat programnya," tutur Mu'ti.

Ia berharap pemilih tidak menjadi budak cinta (bucin) terhadap sosok yang dipilih.

Baca Juga: Konsisten Dukung Anies Baswedan Sejak Pilgub DKI Jakarta, dan Terus Jadi Oposisi Pemerintah Bikin Survei PKS Melejit

Hal itu bertalian dengan rasa toleransi dengan pemilih yang berbeda pilihan.

"Tapi juga harus memberikan ruang dalam diri kita ini untuk kita berbeda dengan yang lain. Jadi jangan bucin dalam menentukan pilihan, sehingga karena bucin kemudian tidak ada ruang untuk kita ini bisa bertoleransi dengan mereka yang aspirasi politiknya berbeda dengan kita," ucap dia.

Lebih lanjut, bagi Muhammadiyah, semua peserta yang ada saat ini memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing.

"Bagi kami, semuanya tentu ada plus minusnya. Tadi disampaikan Pak Haedar, kalau mau ideal ya sangat sulit, tapi jangan karena tidak ada yang ideal itu kemudian kita tidak menentukan pilihan," imbuhnya.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Hasbullah RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X