Paskibraka Jadi Korban PHP, Syahrial Ingatkan Pemkab Bengkalis Jangan Mencari Kampung Hitam, Apresiasi Keberanian Adik-adik Paskibraka "Speak Up"

photo author
Hasbullah RM, Riau Makmur
- Selasa, 2 Januari 2024 | 10:48 WIB
Waki Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis, Syahrial.
Waki Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis, Syahrial.

RIAUMAKMUR.COM, BENGKALIS- Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis, Syahrial, angkat bicara terkait kurangnya perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis, terhadap Pasukan Pengibar Bendara Pusaka (Paskibraka) tahun 2023.

Menurut Syahrial, apa yang terjadi saat ini merupakan akibat dari ketidakseriusan Pemkab, dalam memberikan hak anak muda yang sudah berkontribusi dalam perayaan HUT RI di Bengkalis.

"Harusnya, jika mereka ini menjadi prioritas Pemkab dari awal, hal seperti ini tak perlu terjadi," ujar Syahrial yang merupakan Ketua DPD Golkar Kabupaten Bengkalis ini, Selasa (2/1/2024).

Baca Juga: Paskibraka Kabupaten Bengkalis Jadi Korban PHP Pemkab, Akun Tiktok Ini Ajak Warganet Memviralkan, Biar Kita Tahu Uangnya Dikemanakan

Sebab, kata Syahrial, Pemkab selama ini, dinilainya terlalu mengedepankan kegiatan-kegiatan yang sifatnya enternain, seperti panggung hiburan.

"Boleh buat konser-konser atau panggung hiburan, tapi hak adik-adik harus dikedepankan," tutur pria yang akrab disapa Cikyal ini.

Cikyal mengaku khawatir, kejadian ini menjadi preseden buruk bagi masa depan Paskibraka.

Baca Juga: Sedih, Paskibraka Bengkalis Jadi Satu-satunya yang tak Dapat Hak Karsa di Riau, Kalian menutup mata dan telinga seolah tak terjadi apa-apa

"Saya takut, minimnya perhatian Pemkab membuat antusias anak-anak muda dalam menjadi Anggota Paskibraka berkurang. Karena kita tahu, Paskibraka ini kegiatan yang sangat positif, karena mengajarkan banyak hal, salah satunya disiplinitas," terangnya.

Terkait tudingan Kepala Kesbangpol yang menyebut pemberian hak Paskibraka dikarenakan APBD Perubahan yang tidak diteken oleh Gubernur Riau, Syamsuar, menurut Syahrial adalah bentuk pencarian 'kambing hitam'.

"Pak Gubernur Syamsuar menolak APBD P itu jelas karena melanggar aturan. Tapi terlepas dari itu, Pak Edy Natar kan sudah teken, dan itu dilakukan November. Kalau memang Pemkab serius, biaya Karya Wisata (Karsa) adik-adik ini kan tetap bisa direalisasikan, jadi jangan mencari kambing hitam lah, akui saja ada kelalaian," tuturnya.

Baca Juga: Markarius Anwar: Ada Kelompok yang Merasa Terancam dengan Kebesaran PKS di Bengkalis

Legislator Dapil Rupat dan Rupat Utara ini mengapresiasi adik-adik Paskibraka yang sudah berani 'speak up' terhadap keresahan mereka.

"Di saat banyak orang takut-takut mengkritisi Pemkab, ada anak-anak muda yang berani tampil dan tidak ada rasa takut mereka. Karena mereka menuntut hak mereka. Semoga adik-adik ini bisa menjadi orang hebat di masa yang akan datang," tutupnya.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Hasbullah RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X