Kepergian Maruarar Sirait Diduga Jadi Modal Bagi Pihak-pihak Tertentu Untuk Menjatuhkan Marwah PDI Perjuangan

photo author
Hasbullah RM, Riau Makmur
- Rabu, 17 Januari 2024 | 20:42 WIB
Maruarar Sirait keluar dari PDIP, Jokowi masih jadi anggota (Instagram @maruararsirait)
Maruarar Sirait keluar dari PDIP, Jokowi masih jadi anggota (Instagram @maruararsirait)

RIAUMAKMUR.COM - Pengamat politik, Pangi Syarwi Chaniago, menilai kepergian Maruarar Sirait, menjadi bahan untuk meng-downgrade PDI Perjuangan.

Menurut Pangi Syarwi Chaniago, marwah PDI Perjuangan menjadi tercoreng dengan kepergian Maruarar Sirait.

Kata Pangi Syarwi Chaniago, siapapun memiliki hak politik yang sama dalam mengambil setiap keputusan, termasuk tokoh sekaliber Maruarar Sirait yang sudah lama menjadi kader banteng sebelum dirinya dibantengkan.

Baca Juga: Presiden Jokowi Jadi Alasan Maruarar Sirait Pamit dari PDI Perjuangan, Ditanya Hubungan Jokowi dengan partai, Hasto Kristiyanto: Tanyakan Pak Jokowi

“Setiap orang memiliki alasan, untuk mengambil keputusan. Soal lama atau tidak lama. Soal beliau adalah merah. Bapaknya Sabam Sirait, bakal tidak mudah untuk keluar. Itu sebuah politik pilihan-pilihan saja,” ucap Pangi, Rabu (17/1/2024).

Pangi justru memandang kehebohan yang terjadi pasca hengkangnya putra mendiang politisi senior Sabam Sirait terkesan ada pihak-pihak yang mau menjatuhkan marwah PDIP.

Padahal, seseorang pindah haluan arah politik merupakan hal yang wajar terjadi dan setiap kader memiliki hak yang sama untuk memutuskan sikapnya.

Baca Juga: Tanggapan Manuver Maruarar Sirait, PDI Perjuangan Riau Sebut Butuh Ketulusan dalam Berpartai, Zukri: Kerja Sukarela Akan Kelihatan di Masa Berperang

“Tapi kelihatannya, bagi saya sih ini untuk menggiring opini men-downgrade PDIP-nya, diiringi dengan mundurnya kader caleg-caleg di daerah, itu yang akhirnya kecenderungannya ke situ. Ini saya melihat kok men-downdgrade PDIP-nya,” ungkapnya.

Namun, pihaknya menilai fakta politik harus diterima masyarakat, meskipun banyak alasan Maruarar Sirait pindah haluan bisa disebabkan karena hal transaksional maupun ideologi.

"Tapi itu fakta-fakta politik yang terjadi apakah kekecewaan itu lebih pragmatis atau kekecewaan secara ideologi,” demikian Pangi Syarwi Chaniago.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Hasbullah RM

Sumber: Rmol

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X