RIAUMAKMUR.COM, PEKANBARU - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Riau Divisi Partisipasi Masyarakat (Parmas), Nugroho Notosusanto, memastikan semua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) akan menerima honor sesuai ketentuan yang berlaku.
"Kami pastikan, honor akan dibayar, semua dibayar tunai, mungkin nanti akan ada kendala keterlambatan, karena proses tunai ini butuh proses yang cukup lama," kata Nugroho Notosusanto, Sabtu (10/2/2024).
Keterlambatan ini, ujar Nugroho Notosusanto, dikarenakan ada proses administrasi mengingat pembayaran ini melalui mekanisme berjenjang.
Baca Juga: KPU Riau ajak Masyarakat Tidak Golput, Logistik Pemilu Didistribusikan
Adapun besaran honor yang diterima adalah Rp 1,1 juta untuk KPPS, dan Rp 1,2 juta untuk Ketua KPPS.
Semua KPPS, jelas Nugie, sudah dilakukan proses pelantikan beberapa waktu yang lalu, dan dilanjutkan dengan proses Bimtek, sehingga dia optimis para petugas sudah siap mensukseskan pemungutan hingga perhitungan suara nantinya.
Mengenai petugas keamanan, terang Nugie, ditunjuk oleh pemerintah daerah melalui SK dari Wali Kota atau Bupati, dan kemudian di SK-kan pula oleh KPU, sehingga berhak menerima honor dari KPU.
Baca Juga: 53 Lokasi TPS Terendam Banjir, KPU Riau Cari Solusi
Semua pembayaran ini, lanjut Nugie, akan dibayarkan sesuai ketentuan dan tidak akan dikenakan biaya pemotongan pajak, kecuali untuk KPPS yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN).
Disinggung mengenai potensi petugas akan kelelahan, Nugie menyebut bahwa proses perhitungan diatur dalam jangka waktu 13.00 WIB tanggal 14 Februari 2024, sampai dengan pukul 12.00 WIB tanggal 15 Februari 2024.
"Itu perhitungan tanpa jeda. Dulu dimaknai tanpa istirahat, padahal sebenarnya boleh istirahat secara bergantian, karena kan tingkat stres petugas ini berbeda, kalau misalnya ada yang lelah, boleh digantikan oleh petugas lain, petugas kan ada 7 orang, jadi tidak perlu memaksakan diri," jelasnya.
"Untuk keperluan vitamin dan stamina para petugas juga sudah dianggarkan oleh KPU. Secara metode kita yakin, karena 7 orang ini kita Bimtek semua, kalau sebelumnya kan yang di Bimtek cuma Ketua-nya saja. Tujuannya supaya semua bisa paham tugas KPPS secara keseluruhan, jadi tidak ada kebingungan kalau ketuanya istirahat," tutupnya.***
Artikel Terkait
Winwin NCT Pancarkan Visual Tuan Muda Bangsawan yang Memukau di Drama Kostum Perfect Match
Terus Meroket, TWS - Plot Twist Kini Jadi Lagu Debut Boy Grup Pertama yang Masuk Peringkat 10 di MelOn Sejak Wanna One
Pemuda Muhammadiyah Kampar Gelar Musda, Pemerintah Kabupaten Kampar Pesan Ini
Menkes Budi Dorong Dunia Percepat Penyediaan Vaksin TBC Baru
Menkominfo: R-Pepres Publisher Rights Segera Disahkan
Mau Buat Konten Ombak Bono, Warga Siak Riau Meninggal Terseret Ombak
Kunci Sukses Hidup Berawal dari Subuh, Ini Kata Gubri Edy Natar Nasution
Masa Tenang, APK Peserta Pemilu 2024 di Rohil Mulai Ditertibkan
Bocah Korban Sampan Terbalik di Sungai Gelombang Ditemukan Meninggal
Gubri Edy Natar Nasution: Jangan Pernah Tinggalkan Salat