RIAUMAKMUR.COM, BENGKALIS - Masyarakat Kabupaten Bengkalis antusias menyambut munculnya pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Bengkalis, Syahrial - Andika Putra Kenedi.
Pasalnya, Bupati Bengkalis inkumben, Kasmarni, memborong semua partai, dan menyisakan Golkar, sehingga hampir dipastikan Kasmarni akan melawan kotak kosong.
Namun, pasca putusan MK terbaru memberi ruang untuk Partai Golkar mengusung calon sendiri, tanpa berkoalisi dengan partai lain. Sehingga, Golkar memutuskan mengusung Syahrial - Andika.
Syahrial merupakan politisi asal Pulau Rupat yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Bengkalis, sedangkan Andika adalah Ketua KNPI Bengkalis dan aktif di berbagai organisasi kepemudaan.
Salah seorang warga Bengkalis, Awi, mengatakan munculnya pasangan ini adalah bentuk penyelamatan demokrasi, karena masyarakat tidak dipaksa memilih calon tunggal.
Meskipun berdasarkan aturannya, masyarakat bisa saja memilih kotak kosong.
"Belum pernah dalam sejarahnya, Pilkada Bengkalis ada kotak kosong, saya sempat khawatir juga, tapi dengan munculnya poros baru, ini semacam penyelamatan iklim demokrasi di Bengkalis," kata Awi, Rabu (28/8/2024).
Awi juga apresiasi dengan keberanian Syahrial untuk maju di Pilkada Bengkalis, sebab dia melihat bagaimana Syahrial "diserang" dari berbagai sisi, bahkan ada kabar burung di masyarakat bahwa "Syahrial dan Golkar kena operasi supaya tak duduk lagi di dewan".
"Syahrial ini kan dulu tim nya Pak Amril, suami Buk Kasmarni, di Pilkada Bengkalis 2015, Syahrial ini bahkan sampai keluarkan uang pribadi untuk biaya kampanye. Tapi, sekarang Syahrial malah diserang oleh anak, sepupu, dan ipar dari Bupati. Saya salut juga lihat mental Syahrial ini, masih berani memberikan perlawanan di politik," ujarnya.
Senada dengan Awi, warga Bengkalis lainnya, Udin, menambahkan, kombinasi Syahrial dan Andika Putra Kenedi sangat cocok memimpin Bengkalis.
"Harus kita akui, Bengkalis ini perlu akselerasi peningkatan SDM karena perubahan zaman yang begitu cepat. Sosok Syahrial - Andika ini sangat cocok untuk situasi ini, karena mereka masih muda dan merupakan aktivis dan organisatoris yang kemampuannya tidak diragukan lagi," katanya.
Udin berharap, Pilkada 2024 bisa berjalan dengan fair dan taat aturan, terutama berkaitan dengan Netralitas ASN.
"Bukan rahasia lagi lah, bagaimana politik birokrasi di jalankan untuk kepentingan politik. Kita berharap ASN tidak perlu takut dengan intimidasi dan intervensi, karena kebebasan mereka dari politik praktis sudah diatur UU. Kalau Syahrial - Andika menang, Netralitas ASN ini harus jadi salah satu perhatian penting, kasihan kita sama ASN yang dipaksa kesana kesini pas tahun-tahun politik gini," tutupnya.***
Artikel Terkait
Kemenhub Bagikan 600 Life Jacket dalam Kampanye Keselamatan Transportasi Sungai di Palembang
Batik Tawarkan Peluang Besar bagi Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Hubla Ingatkan PSCO Indonesia Jaga Reputasi dan Eksistensi Bangsa
Pemilihan Putra-Putri Pariwisata Kabupaten Balangan 2024 Digelar
Pemko Palangka Raya Gelar Monitoring Persiapan Pelaksanaan Pilkada 2024
Perlindungan Indikasi Geografis, Pemprov Kalsel Berikan Pemahaman Bagi IKM Sasirangan
Melestarikan Ilmu Pengetahuan, Dispersip Kalsel Sosialisasikan Serah Simpan KCKR
Relawan Bapaslon Abdul Wahid - SF Hariyanto Padati Lokasi Deklarasi di Ballroom Hotel Aryaduta Pekanbaru
Hingga Juli, Keadaan Perekonomian Kalsel Tunjukan Tren Positif
ITS Mandiri dan FTI UBL Bersinergi Tingkatkan Kualitas Pendidikan