politik

FKUI Melakukan Penelitian Soal Kesehatan Petugas KPPS, Rekomendasi Sejumlah Hal, Salah Satunya Waktu Kerja

Kamis, 4 Januari 2024 | 07:13 WIB
Petugas KPPS saat memberikan petunjuk cara mencoblos kertas suara kepada pemilih pemilu. (Foto: Antara)

RIAUMAKMUR.COM - Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) beri masukan terkait waktu kerja bagi Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) pada Pemilu 2024.

FKUI telah melakukan penelitian soal kesehatan para tenaga KPPS. Dari penelitian tersebut ditemukan bahwa faktor risiko kesakitan dan kematian dapat berasal dari individu petugas, pekerjaan, dan lingkungan kerjanya.

Guru Besar Ilmu Kedokteran Komunitas FKUI Dewi Sumaryani Soemarko menyampaikan bahwa faktor individu yang mempengaruhi dapat berupa tingginya proporsi petugas dengan usia >60 tahun, berpendidikan rendah, dan memiliki riwayat penyakit saluran pencernaan dan komorbid lainnya.

Baca Juga: Lirik Lagu Kulo Pun Angkat Tangan Atine Pun Ajur Ajuran, TOP TOPAN - Happy Asmara

Dengan beban yang dipegang para petugas KPPS juga umumnya kurang tidur atau tidur kurang dari enam jam sebelum hari pemungutan suara.

Beberapa faktor ini perlu menjadi perhatian demi kesuksesan pelaksanaan Pemilu 2024.

Melalui penelitian ini FKUI merekomendasikan sejumlah hal, diantaranya penyediaan fasilitas kipas angin dan toilet yang bersih serta mudah dijangkau, penyediaan air minum yang diisi berkala.

Baca Juga: Kisah Bos dan Karyawan, Berikut Sinopsis Drama China Chen Xingxu dan Zhang Ruonan 'My Boss'

Sangat direkomendasikan untuk membatasi waktu kerja dengan metode log waktu kerja, tidak melakukan kegiatan berturut-turut selama lebih dari 10 jam tanpa istirahat sama sekali.

Selain itu pemerintah juga perlu menyediakan jaminan kesehatan seperti BPJS.

Baca Juga: Debut 22 Januari, Inilah Profil dan Fakta Anggota Boy Grup Terbaru Pledis Entertainment 'TWS'

Untuk diketahui, pada Pemilu 2019 lalu ada banyak kasus kematian petugas KPPS. Dari catatan 894 orang wafat dalam menjalankan tugas sebagai KPPS. Sedangkan 5.175 petugas sakit.

Tags

Terkini