RIAUMAKMUR.COM, PEKANBARU - Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Pekanbaru, Dr Taufik Arrakhman SH MH, menilai sudah saatnya Provinsi Riau memiliki nilai tawar tinggi kepada pemerintah pusat.
Hal tersebut disampaikan Taufik Arrakhman, yang merupakan Caleg DPR RI Dapil Riau 1 nomor urut 5 ini, menanggapi alasan dia maju di Pemilu 2024 ini.
Dilansir dari Youtube Riaumag TV, pada Selasa (16/1/2024), Taufik Arrakhman mengatakan, Provinsi Riau merupakan daerah yang kaya, karena ada perusahaan yang melakukan eksplorasi minyak disini.
Baca Juga: Ternyata Ada Anggaran Pengendalian Banjir untuk Pekanbaru Rp 100 Miliar, Taufik Arrakhman Minta Pemerintah Daerah Bersinergi dengan Kementerian
"Dan kita semua tahu, pendapatan terbesar negara itu masih dari sektor minyak, dan Riau adalah daerah yang sudah puluhan tahun menyumbangkan minyak untuk negara," ujar Taufik.
Mestinya, jelas Taufik, dengan sumbangsih Riau yang sangat besar untuk negara, Riau harusnya bisa berlari lebih kencang. Itu baru bisa diwujudkan kalau pemerintah pusat bisa melihat Riau sebagai daerah yang harus diprioritaskan," terangnya.
Sebagai bahan perbandingan, Taufik melihat pembangunan di provinsi tetangga, yaitu Sumatera Barat (Sumbar). Dimana, Sumbar mampu menarik banyak APBN dalam jumlah besar, dan ini berdampak pada pembangunan disana.
Baca Juga: Siap Menangkan AMIN, Taufik Arrakhman: Antusias Masyarakat Sudah tidak Terbendung
Semua itu bisa didapatkan karena Anggota DPR RI-nya mampu membuat nilai tawar yang tinggi untuk daerahnya.
Makanya, Riau, sebagai daerah yang sudah memberikan kontribusi luar biasa untuk negara harus bisa melakukan hal yang sama.
Apalagi, saat ini Riau juga memberikan sumbangan untuk negara di samping hasil minyak, yaitu hasil sawit. Riau berdasarkan data, jelas Taufik, adalah daerah dengan kebun sawit terluas di Indonesia.
Baca Juga: Kader Antusias Sambut Anies - Muhaimin, PKB Pekanbaru Mulai Incar Posisi Pimpinan DPRD
"Kalau nilai tawar ini mampu kita ciptakan, semua masyarakat di Riau tidak akan lagi berbicara tentang jalan rusak, sekolah kurang, dan berbagai persoalan rakyat lainnya," tuturnya.
"Parlemen itu kan artinya orang yang bersuara, bukan yang membangun gedung. Kalau saya diamanahkan duduk di parlemen, kita pasti akan mengambil posisi sebagai orang yang terus bersuara lantang untuk menyuarakan kepentingan masyarakat Riau," pungkasnya. ***