RIAUMAKMUR.COM, PEKANBARU - Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Riau, Agung Nugroho, menegaskan bahwa pihaknya tidak khawatir dengan pengajuan peninjauan kembali (PK) oleh Jenderal (Purn) Moeldoko atas sengketa kepengurusan Partai Demokrat
Agung Nugroho juga percaya bahwa semua kader Demokrat akan berkomitmen untuk terus membersamai Ketua Umum Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), termasuk para Bakal Caleg (Bacaleg).
Malah, kata Agung Nugroho, upaya kudeta yang terus dilakukan kubu Moeldoko ke Demokrat, membuat dukungan masyarakat semakin kuat untuk partai berlambang mercy ini.
Baca Juga: Tegaskan Demokrat Milik Rakyat, 1000 Motor dari Riau Dikerahkan Untuk Gelar Aksi Damai ke MA
"1.000 persen saya yakin, bukan berkurang kader kita, justru bertambah dia. Jadi simpati masyarakat semakin besar ke kami," ujar Agung, Kamis (8/6/2023).
Kata Wakil Ketua DPRD Provinsi Riau ini, masyarakat tahu, partai Demokrat itu sedang ingin diambil alih oleh orang yang betul-betul belum pernah menjadi kader di partai. Sehingga, masyarakat memberikan perhatian khusus untuk partai demokrat.
"Saya setiap hari terima WhatsApp, terima suport dari seluruh masyarakat, Pekanbaru dan juga kabupaten kota lain di provinsi Riau ini," kata Agung.
Jadi, Ia mengaku tidak khawatir akan kehilangan loyalis di partai Demokrat. "Jadi, jangan salah, pertama bukan malah lari, bahkan banyak lagi yang bergabung dengan partai Demokrat untuk memperjuangkan partai Demokrat ini," kata dia.
Baca Juga: Dapat Dukungan dari Relawan Anies dan 'Kader Tetangga', Agung Nugroho Yakin Demokrat Jadi Pemenang Pemilu
Kepengurusan Partai Demokrat sampai kini masih digoyang kubu Moeldoko. Beberapa waktu lalu, pengajuan peninjauan kembali (PK) oleh Jenderal (Purn) Moeldoko atas sengketa kepengurusan Partai Demokrat secara resmi tiba di meja Mahkamah Agung (MA).
Dalam PK ini, Moeldoko menggugat Menkumham Yasonna Hamonangan Laoly dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang saat ini berstatus sebagai ketua umum Partai Demokrat. Diperkirakan, putusan MA bakal keluar dalam waktu tak lebih dari tiga bulan sejak perkara masuk.
Ditambah lagi speak up Denny Indrayana yang menyebut ada upaya menggagalkan Partai Demokrat menjadi kontestasi Pemilu 2024. Upaya penjegalan itu dibuktikan dengan digoyangnya Partai Demokrat oleh Moeldoko.***