politik

Diusulkan Demokrat, Nama Yenny Wahid Layak Diperhitungkan Jadi Pendamping Anies Baswedan

Jumat, 30 Juni 2023 | 09:47 WIB
Anies Baswedan dan Yenny Wahid.

RIAUMAKMUR.COM - Sosok putri tokoh Nahdlatul Ulama (NU) yang juga Presiden RI ke-4, Abdurrachman Wahid atau Gus Dur, yakni Yenny Wahid, menguat dalam bursa Calon Wakil Presiden RI di Pilpres 2024.

Munculnya nama Yenny Wahid, terakhir kali diungkapkan oleh Ketua DPP Partai NasDem Effendy Choirie atau Gus Choi, berdasarkan usulan Partai Demokrat.

Yenny Wahid disebut menjadi figur alternatif untuk dipasangkan dengan Anies Baswedan, yang saat ini didukung oleh tiga partai di Koalisi Perubahan, yakni Partai Nasdem, Partai Demokrat, dan PKS.

Baca Juga: Survei Anies Baswedan Selalu Terbawah, Relawan: Kenapa Terus Dijegal?

Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komarudin menilai Zannuba Ariffah Chafsoh atau Yenny Wahid dapat menjadi figur alternatif calon wakil presiden pada Pemilu 2024.

"Menurut saya, Yenny Wahid ini figur alternatif. Bisa menjadi opsi alternatif bagi calon presiden manapun," katanya, Kamis (29/6/2023).

Menurut Ujang Komarudin, masuknya nama Yenny Wahid, sangat layak diperhitungkan dan bisa dipasangkan dengan siapa saja calon presidennya.

Baca Juga: Tifatul Sembiring Bikin Polling, Anies Baswedan Menang 82 Persen, Netizen: Pemilihan di Lapak Kadrun

Yenny Wahid pernah diusulkan sebagai bakal cawapres pendamping bakal capres PDI Perjuangan Ganjar Pranowo. Kemudian, baru-baru ini Yenny Wahid digadang-gadang berduet dengan bakal capres dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan, Anies Baswedan.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) itu mengungkapkan Yenny Wahid menjadi alternatif karena bisa merepresentasikan cawapres dari kalangan perempuan.

"Tidak banyak nama perempuan yang masuk dalam bursa cawapres dari berbagai lembaga survei," jelasnya.

Baca Juga: Serang Anies Baswedan Soal Lambang Pancasila, Akun Pendukung Jokowi Ini Tak Berkutik Diserang Balik Netizen


Selain itu, Yenny Wahid yang memiliki garis keturunan dari Nahdlatul Ulama (NU) yang dinilai bisa mendongkrak suara dari kaum Nahdliyin, terutama kalangan NU kultural.

"Yenny bukan hanya dekat dengan NU, tapi dia merepresentasikan NU itu sendiri," ujarnya.

Di sisi lain, Yenny yang keluarga besarnya berada di Jawa Timur disebut menjadi salah satu pertimbangan karena Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan jumlah pemilih terbanyak.

Baca Juga: Dapat Dukungan dari Relawan Anies dan 'Kader Tetangga', Agung Nugroho Yakin Demokrat Jadi Pemenang Pemilu

"Suara di Jawa Timur ini kan yang menjadi rebutan bagi banyak pasangan calon, di samping empat provinsi lainnya. Dengan adanya Yenny Wahid sebagai cawapres maka akan menambah peluang kemenangan bagi calon presiden," katanya menegaskan.

Sementara itu, Ketua Bappilu Demokrat, Andi Arief menyampaikan penjelasannya. Dia mengatakan bahwa bacawapres usulan Partai Demokrat tidak tunggal.

"Partai Demokrat sudah memaparkan nama-nama bakal cawapres itu beberapa bulan lalu, di kantor DPP PD, kepada tim capres, atas permintaan tim capres; sebagaimana tim capres meminta masukan kepada Partai Nasdem dan PKS. Hadir dalam paparan itu: tim capres, Sekjen PD, Sekretaris MTP dan Kabappilu. Partai Demokrat siap dikonfrontir dengan tim capres, bahwa nama yang dipaparkan dan diperhitungkan sebagai cawapres tidak tunggal," ucap Andi Arief.

Baca Juga: Resmi Jadi Kader Golkar, Ridwan Kamil Masuk Bursa Cawapres, Ungguli Sandi, Erick Thohir, AHY, dan Cak Imin

Andi Arief menyebut, selain Ketum Demokrat AHY, pihaknya juga mengusulkan nama lainnya. Dia menyebut, salah satunya, Yenny Wahid.

"Selain AHY, ada nama Khofifah Indar Parawansa, Sandiaga Uno, Yenny Wahid, Andika Perkasa, Ahmad Heryawan, Ahmad Syaikhu, Salim Segaf Al-Jufri dan Ridwan Kamil," ujar dia.***

Tags

Terkini