RIAUMAKMUR.COM - Kata jenis baru ditemukan oleh tim herpetologi Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi (PRBE) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), yaitu Auni Ade Putri, Wahyu Trilaksono, Hellen Kurniati, Amir Hamidy, dan tim Institut Pertanian Bogor, University of California, dan Zoological Community of Celebes Sulawesi Tengah.
Katak jenis baru ini diberikan nama Oreophryne riyantoi oleh para peneliti.
Ditemukannya katak jenis baru ini setelah dilakukan analisis morfologi dan filogenetik.
Baca Juga: Perkuat Ideologi, Ini yang Harus Dilakukan Muhammadiyah dan 'Aisyiyah
Penemuan ini merupakan bagian dari terusan penelitian yang telah lama dilakukan, sejak tahun 2011.
Pada tahun 2011, tepatnya November 2011, peneliti Wahyu melakukan pengumpulan spesimen di Gunung Mekongga, Pegunungan Mekongga, Kecamatan Wawo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.
Dari spesimen yang dikumpulkan ini para peneliti melakukan penelitian hingga berujung pada penemuan baru tersebut.
Baca Juga: PI 10 Persen Masih Dalam Harapan, Husaimi Hamidi: Empat Kali Pak Gubernur Bilang Akan Cair
Peneliti Auni yang tergabung dalam proyek penelitian ini, Rabu (18/10/2023) menyebut bahwa dasar penemuan Oreophryne riyantoi, didukung dari data morfologi dan analisis filogenetik gen 16S rRNA. Hasil identifikasi menyebutkan, spesies baru ini didiagnosis memiliki moncong bulat pada tampilan punggung dan lateral, membran timpani tidak jelas, jarak interorbital sempit, tangan kecil, jari tangan dan kaki tidak berselaput, cakram terminal pada jari tangan dan kaki kecil, kakinya yang sangat pendek, serta permukaan punggung kepala, badan, dan anggota badan dengan tuberkel yang tidak teratur.
"Berdasarkan analisis mendalam dan sejumlah pendekatan identifikasi lainnya, tim sepakat dan meyakini spesimen kali ini tervalidasi sebagai spesies berbeda, serta belum memiliki nama ilmiah,” ucapnya.
Nama Oreophryne riyantoi dipilih tim peneliti pada akhirnya dengan alasan penemuan katak jenis baru ini didedikasikan untuk Bapak Awal Riyanto, seorang peneliti senior yang saat ini aktif meneliti di PRBE BRIN.
Baca Juga: 9 Film Indonesia Bakal Tayang Oktober 2023 di Bioskop, Ini Jadwalnya
“Apresiasi tersebut diberikan sebagai bentuk pengakuan atas kontribusinya yang luar biasa dalam bidang taksonomi dan konservasi herpetofauna di Sulawesi," ungkap Auni.
Menambahkan keterangan, menurut Wahyu dan Hellen yang turut serta dalam penelitian ini, ada yang menarik dari penemuan katak jenis baru kali ini. Biasanya, genus Oreophryne ditemukan tinggal di daerah terestrial, seperti padang rumput terbuka di dataran tinggi atau padang rumput yang didominasi pakis. Namun uniknya, kali ini tim menemukan Oreophryne riyantoi hidup di hutan pegunungan.
“Holotipe tersimpan di Museum Zoologicum Bogororiense (MZB), Direktorat Pengelolaan Koleksi Ilmiah BRIN, dengan paratipe seekor jantan dewasa dan seekor jantan remaja,” terangnya.
Artikel Terkait
Plot Twist Penemuan Mayat di Danau Buatan, Yang Mengaku Juga Jadi Korban Adalah Tersangkanya
Budidaya Kodok Konsumsi, Cara Menentukan Indukan, Sistem Pemijahan hingga Proses Perkawinan
Antropolog Dua Negara Ini Lakukan Penelitian ke Tuyul dan Kuntilanak, Begini Hasilnya
Penemuan Mayat di Perhentian Raja, Ternyata Memiliki Riwayat Epilepsi
Warga Desa Sungai Jalau Kampar Dihebohkan Dengan Penemuan Mayat