RIAUMAKMUR.COM, KAMPAR- Polres Kampar bersama Pemkab Kampar dan Forkopimda Kampar melaksanakan Rapat Koordinasi Anev Penanggulangan Karhutla dan Patroli di wilayah Kabupaten Kampar, Senin (9/10/2023).
Acara ini dilaksanakan di Aula Sanika Setyawada Polres Kampar yang dipimpin langsung oleh Pj. Bupati Kampar didampingi Kapolres Kampar AKBP Ronald Sumaja dan Kepala BMKG Stap Klim Kelas IV Tambang Kampar Ayi Sudrajat.
Kabag Ops Polres Kampar Kompol Meitertika, memaparkan kerawanan Karhutla serta mulainya parahnya Karhutla terjadi di wilayah Kabupaten Kampar.
Baca Juga: Liquid Tree, Inovasi Pohon Cair Untuk Atasi Polusi Udara Perkotaan
"Untuk daerah yang paling tinggi tingkat rawan Karhutla berada di wilayah Polsek Tapung Hulu, Bangkinang Kota, Kampar Kiri, Kampar Kiri Hilir, Polsek Tambang dan Polsek Kampar," jelasnya.
Menurutnya faktor penghambat penanganan karhutla di Kabupaten Kampar yaitu keterlambatan informasi yang di dapat oleh tim penanganan Karhutla, selain faktor tersebut juga faktor sulitnya ketersediaan sumber air di lokasi penanganan Karhutla.
Untuk di Polres Kampar sudah menerapkan sistem rayonisasi untuk menangani Karhutla jika terjadi di suatu tempat.
Baca Juga: Sat Narkoba Polres Rohil Gerebek Rumah di Bagan Sinembah, 3 Orang dan 18 Paket Sabu Diamankan
"Yang perlu diperhatikan dalam penanganan Karhutla ini yaitu pembuatan embung dan kanal bloking serta peralatan yang lengkap untuk penanganan Karhutla," jelasnya.
Ia menyebut Polres Kampar sudah jauh hari menghimbau kepada pemilik lahan agar dalam mengelola lahan dengan cara tidak membakar dan jika terjadi Karhutla kita Polres Kampar akan melakukan penegakan hukum.
"Polri sendiri memiliki aplikasi DLK ( Dasboard Lancang Kuning ) yang bisa mendeteksi titik hotspot dan agar kita semua bisa mendownload aplikasi tersebut," jelas Meitertika.
Baca Juga: Pengumuman, Pendaftaran CPNS Diperpanjang Hingga 11 Oktober 2023
Menyambung penjelesan dari Kabag Ops Polres Kampar, Kepala Pelaksana BPBD Kampar Agustar menyebut bahwa mereka sudah melakukan kesiap-siagaan penanganan Karhutla seperti sudah melakukan kegiatan mitigasi.
"Memang dalam penanganan Karhutla BPBD Kampar belum memiliki dana darurat untuk menangani Karhutla namun pihaknya mengaku tetap saling bersinergi dalam menanggulangi Karhutla dan berharap segenap pihak saling bersatu padu dalam penanganan Karhutla ini baik dari instansi pemerintah maupun perusahaan - perusahaan yang berada di wilayah Kampar ini," sebutnya.
Sementara Kepala BMKG Sta. Klim. Kelas IV Tambang Kampar Ayi Sudrajat, menyampaikan bahwa saat ini di Indonesia khususnya di Provinsi Riau dalam tiga tahun terakhir kasus Karhutla sangat minim itu sebagai dampak dari fenomena La Nina ( Kebalikan fenomena El Nino ).
Artikel Terkait
Pemkab Kepulauan Meranti Kumpulkan Para Camat, Lurah dan Kades, Ingatkan Soal Karhutla
Riau Dikepung Kabut Asap Karhutla, Ini Penjelasan Kepala BMKG Pekanbaru
Pemadaman Karhutla di Desa Rimbo Panjang Langsung Dipimpin Polres Kampar
Kadis Kesehatan Riau Minta Kabupaten dan Kota Waspada Dampak Asap Karhutla
Pemkab Bengkalis Akan Susun SOP Penangan Karhutla Yang Sama Disetiap Instansi dan Perusahaan
Helikopter Water Bombing di Riau Dipindahkan ke Daerah Lain Bantu Padamkan Karhutla
Kabut Asap di Riau Akibat Karhutla, Pemerintah Sudah Semai 600 kilogram Garam
Sejumlah Daerah Mulai Kabut Asap, Presiden Jokowi Instruksikan Jajaran Tangani Titik Api Karhutla
Presiden Jokowi Instruksikan Jajarannya Tangani Titik Api Karhutla
KLHK Klaim Terus Lakukan Upaya Maksimal Pencegahan Karhutla