Cara Pelajar SMAN 9 Pekanbaru Cegah Perundungan dan LGBT

photo author
Ratna RM, Riau Makmur
- Minggu, 22 Oktober 2023 | 15:11 WIB
Pelajar SMAN 9 Pekanbaru Cegah Perundungan dan LGBT
Pelajar SMAN 9 Pekanbaru Cegah Perundungan dan LGBT

Sejumlah pelajar mulai berorasi. Menyampaikan pencegahan LGBT, perundungan (Bulying), anxiety dan stress, serta self harm (menyakiti diri sendiri).

"Berdirinya kami di sini untuk mewakili para korban [perundungan]. Kami menyuarakan keluh kesah korban Aksi bulying dan cyber bulying. Permasalahan ini sudah mengkhawatirkan dan memperihatinkan, terutama pada lingkungan sekitar dan media sosial," ujar siswi kelas 10 SMAN Pekanbaru.

Dia menjelaskan, kondisi saat ini cyber bulying sedang marak.

Kondisi ini dibarengi perkembangan teknologi yang semakin pesat.

"Cyaber Bulying sering terjadi di dunia maya. Hal ini dapat terjadi di media sosial seperti Instagram, Twitter, Tiktok. Selain itu bisa terjadi melalui platform chatting Whatsapp dan Telegram. Kondisi ini bisa berdampak buruk bagi kehidupan sosial dan psikologis korban," ucapnya.

Kemudian, ada pula pelajar lainnya yang berorasi terkait Anxiety dan stress, atau kecemasan berlebihan.

Cara Pelajar SMAN 9 Pekanbaru Cegah Perundungan dan LGBT
Cara Pelajar SMAN 9 Pekanbaru Cegah Perundungan dan LGBT

Kondisi ini bisa dialami seseorang lantaran pernah mengalami trauma, dan bisa menyebabkan rasa takut untuk menjalankan kehidupan sehari-hari.

"Anxiety bisa dicegah dengan cara relaksasi, olahraga teratur, mencukupi waktu tidur, membatasi minuman beralkohol, dan bertukar pikiran dengan orang yang bisa dipercaya. Selain itu, bisa juga berkonsultasi dengan psikiater," ujarnya.

Dalam orasi itu juga disampaikan cara menghindari prilaku LGBT, yakni dengan cara menjaga kesucian diri dan menghindari tindakan yang bisa merusak moralitas.

"Dari segi agama, kita harus meningkatkan iman dan taqwa, guna untuk merubah prilaku dan menjauhi dari segala bentuk dosa. LGBT juga dapat dihindari melalui didikan orang tua sejak dini. Pertama anak perempuan harus mendapatkan rasa kasih sayang dari ayahnya, dan tidak memperlakukan anak laki-laki seperti memperlakukan anak perempuan," sebutnya.

Sementara, Kepala Sekolah SMAN 9 Pekanbaru, Dra Darmina, MPd mengatakan, tujuan kegiatan ini sesuai Kurikulum Merdeka.

Tema yang diusung adalah "Bangunlah Jiwa Raga. Adapun topik yang dipilih yakni "Merangkul dengan Cinta".

"Jadi satu di antara cara membangun jiwa sehat adalah dengan kegiatan senam sehat P5 dan kegiatan Orasi Kesehatan Mental," kata Darmina di lokasi acara.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ratna RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X