Hal tersebut disampaikan Rendy dalam presentasi di acara Media Briefing Pertamina RU II Dumai, 5 Oktober 2023 di Hotel Grand Elite Pekanbaru. Gambaran perencanaan pengembangan Ekowisata Pulau Semut sendiri dibahas pada tahun 2020, dimana pada saat itu diperlukan adanya inovasi untuk membantu perekonomian masyarakat akibat pandemic Covid-19.
Rendy juga mengapresiasi sosok Supardi alias Ipal yang sangat proaktif dalam pengembangan lokasi Ekowisata ini, meskipun Supardi sendiri hanya bekerja sebagai buruh tidak tetap, tapi dia punya rencana, keinginan, serta cita-cita yang besar dalam memajukan daerahnya.
"Beliau juga memiliki sifat terbuka dan menerima saran serta masukan kelompok. Sehingga, melahirkan kepercayaan bagi anggota kelompok pada beliau, dan pada 2021 masyarakat sepakat membentuk Pokdarwis Ekowisata Pulau Semut, dan saat itu sudah dilakukan pembangunan jembatan secara bergotong royong," kata Rendy lagi.
Di tahun itu, Pertamina Patra Niaga juga sudah melakukan penanaman 1.700 bibit buah-buahan seperti markisa, sirsak, nangka, durian, manggis. Disamping juga menanam 1.000 bibit tanaman bakau di sekeliling Pulau Semut untuk mencegah abrasi. Pada tahun 2022, turap dibangun guna mengantisipasi abrasi di sekeliling Pulau Semut. Jembatan menuju pulau Semut juga diperbaiki.
Kemudian, pada 2023, saluran air bersih, listrik, dan mandi cuci kakus (MCK) dibangun. tempat sandar sampan juga dibangun di kawasan itu. Pertamina kembali menanam bibit mangrove dan memunculkan pedagang UMKM pada tahun itu. Pada 2024, Pertamina berencana melakukan pengelolaan sampah, pengembangan UMKM, dan integrasi wisata.
"Ekowisata pulau Semut mempunyai potensi yang sangat besar bagi perkembangan wisata di Pekanbaru. Karena, belum ada wisata pulau di tengah-tengah kota. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama dengan berbagai pihak dan komitmen anggota kelompok untuk mejadikan pulau Semut sebagai cikal bakal wisata alam di Pekanbaru," tutur Rendy.
Jadi Lokasi Pacu Sampan Tradisional
Dalam upaya mempromosikan Ekowisata Pulau Semut, Pertamina Patra Niaga menggagas lomba Pacu Sampan Tradisional perdana tingkat Provinsi Riau yang diselenggarakan pada 4-6 Agustus 2023 lalu, dan tentu saja Ekowisata Pulau Semut menjadi lokasi perlombaan. Lomba tersebut diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Rumbai Bersatu (Himarusa) bersama Pemuda Pulau Semut. Festival yang diadakan di Pulau Semut ini diikuti oleh enam kabupaten di Provinsi Riau dan terbagi dalam 32 tim. Tujuan dari diadakannya Festival Pacu Sampan ini adalah untuk melestarikan tradisi lokal masyarakat pesisir sungai, selain itu juga memajukan Ekowisata Pulau Semut agar lebih dikenal oleh masyarakat luas, baik di Kota Pekanbaru dan daerah lainnya.
Sebagai bentuk dukungannya, Penjabat (Pj) Wali Kota Pekanbaru, Muflihun, membuka langsung acara tersebut. Acara pembukaan dilakukan sangat meriah dan mendapat apresiasi positif dari masyarakat, terlihat dari partisipasi masyarakat yang sangat tinggi dalam mengikuti acara Festival Pacu Sampan Tradisional ini.
"Festival Pacu Sampan Tradisional ini merupakan acara yang berhasil memadukan wisata dan olahraga, saya berharap masyarakat luar lebih mengenal Ekowisata Pulau Semut dengan hadirnya festival ini," ujar Muflihun saat menyampaikan pidato pembukaan.
Sebagai pihak yang memiliki peranan penting dalam pengembangan Ekowisata Pulau Semut, Pertamina Patra Niaga, bersama panitia meramaikan acara ini dengan menjalin kerjasama pemberdayaan pelaku UMKM. PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Sei Siak, mahasiswa, dan masyarakat mempunyai tujuan yang sama, yakni memajukan Ekowisata Pulau Semut sehingga sinergi inilah yang harus dipertahankan.
Salah satu program CSR unggulan binaan PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Sei Siak ini memiliki potensi yang sangat besar, terlebih lagi dengan adanya event yang digadang-gadang menjadi event tahunan ini akan menambah ketertarikan pengunjung untuk berwisata di Pulau Semut. Berbagai program yang telah dilakukan, seperti penghijauan, perbaikan jembatan penghubung, pembuatan saung edukasi dan turap beronjong bertujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat melalui Ekowisata Pulau Semut.
“Diadakannya Festival Pacu Sampan Tradisional ini sangat berpotensi untuk memajukan Ekowisata Pulau Semut, program CSR yang sampai sekarang masih berlanjut diharapkan dapat membantu meningkatkan pendapatan masyarakat di sekitar Pulau Semut," tutur Fuel Terminal Manager Sei Siak, Syofiyardi.
Tokoh Masyarakat Apresiasi Pertamina Patra Niaga
Artikel Terkait
Ciri-ciri Penderita Kolesterol Tinggi
Tips untuk Mengontrol dan Mengatasi Kolestrol Tinggi
Cara Mengatasi Sakit Mata Akibat Debu, Tips dan Perawatan
Akhirnya Jadi Pemeran Utama, Yuk Intip Potret Gantengnya Deng Wei di Drama A Tree in Sendai
UNESCO Targetkan Pembelajaran IA 2030, Riau Start Lebih Awal
Kafilah STQH Tiba di Kota Beradat Bumi Melayu Jambi
Gubri: ASN Pemprov Riau Harus Berinovasi Tidak Bekerja Monoton
Riau Garden Disiapkan Sebagai Kawasan Kuliner Halal Aman dan Sehat
Ketika Misnarni Syamsuar Berbagi Resep Memasak Bersama TP PKK Riau, Begini Keseruannya
Raih 29 Medali Emas, Indonesia Peringkat Ke-6 Klasemen Akhir Asian Para Games Hangzhou