RIAUMAKMUR.COM - Gubernur Riau (Gubri) Brigjen TNI (Purn) H Edy Natar Nasution ingin fasilitas Masjid Raya An Nur bisa memberikan kenyamanan maksimal bagi jemaah. Ia ingin masayarakat yang melaksanakan di masjid itu bisa merasa betah ketika beribadah.
Hal itu disampaikan Gubri Edy Natar Nasution saat pertemuan dengan pengurus Masjid Raya An Nur Pekanbaru, Rabu (3/1/2024) di Kediaman Gubri, Pekanbaru.
Pada kesempatan itu Edy Natar Nasution menyampaikan keinginannya, agara fasilitas dan peralatan di masjid tersebut, mulai dari sound system hingga kebersihan segera dibenahi.
"Jadi sekarang ini bagaimana caranya untuk memperbaiki dan membuat orang itu nyaman datang ke masjid. Ini harus menjadi perhatian kita bersama," ucap Gubri.
Sebagai Gubernur Riau, Edy Natar Nasution merasa bertanggungjawab, karena ini merupakan tempat ibadah kebanggaan masyarakat Riau. Bahkan sudah terkenal hingga ke luar Riau, lantaran memiliki program-program unggulan keagamaannya.
"Sebelumnya, saya minta payung Masjid Raya An Nur dibuka disetiap akhir pekan, Jumat, Sabtu dan Ahad. Itu dasarnya juga agar tau fungsi dari payung itu," ucapnya.
Gubri Edy Nasution juga menceritakan, bahwa ia pernah melihat masih banyak air tergenang di dekat payung elektrik Masjid Raya An Nur.
"Sekali lagi saya berharap, mari bersama-sama kita selesaikan permasalahan ini. Masyarakat bisa nyaman datang ke Masjid dan Masjid Annur terus jadi yang terbaik, kebanggaan Riau yang juga menjadi tujuan wisata ke Riau," tutupnya.
Sebagai informasi, lokasi Masjid Raya An Nur berada di Jalan Hang Tuah, bersebelahan dengan RSUD Arifin Achmad, dan persis di depan SMA Negeri 1. Arsitektur Masjid ini merupakan hasil perpaduan dari empat budaya, yaitu budaya Melayu, Turki, Arab dan India. Pesonanya mampu menjadi ikon Kota Pekanbaru.
Tak hanya sebagai tempat ibadah, masjid ini juga berfungsi sebagai pusat budaya dan pendidikan. Masjid Raya Annur terlihat sangat megah, sehingga mendapat julukan sebagai Taj Mahal-nya Indonesia.
Empat menara yang menjulang di masjid ini, menggambarkan empat sahabat utama Nabi Muhammad SAW, yaitu Abu Bakar As Shiddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib. Sementara itu, lima kubah yang menjulang di atasnya melambangkan lima rukun Islam yang menjadi panduan utama dalam kehidupan umat Islam.
Sejumlah ulama kondang pernah hadir di Masjid Raya Annur. Di antaranya adalah Ustadz Adi Hidayat (UAH), Ustadz Das'ad Latif, dan Ustadz Abdul Somad (UAS). Tokoh yang menjadi panutan umat Islam itu, hadir menyampaikan tausyiah ketika momen hari besar agama Islam.
Artikel Terkait
Belum Selesai, Payung Elektrik Rp 42 Miliar di Masjid An-Nur Pekanbaru Sudah Rusak, DPRD Riau: Kok Bisa Ya?
Rusak Diterjang Hujan Es, Payung Elektrik di Masjid An-Nur Pekanbaru Dikuncupkan
Kena Hujan, Payung Elektrik di Masjid An-Nur Hancur, Hardianto: Belum Dinikmati, Tapi Sudah Rusak
Ayo Ramaikan, BRK Syariah Gelar Riau Halal Fair di Masjid An Nur Pekanbaru
Sengkarut Proyek Payung Elektrik Masjid An-Nur Riau, Tender Bermasalah hingga Dugaan Pakai Tenaga Ahli Palsu
Bobroknya Proyek Payung Elektrik di Masjid An-Nur, Kok Perusahaan dengan Penawaran Termahal Menang
Besok, Tabligh Akbar UAH dan Taqy Malik di Masjid Raya An Nur Provinsi Riau
Sekdaprov Riau: Payung Elektrik di Masjid An-Nur Sudah Dapat Manfaatkan
Resmikan Masjid An-Nur Desa Semukut Meranti, Berikut Arahan Gubri Syamsuar
Belum Selesai, Pagar Gedung Riau Creative Hub Roboh, DPRD Riau Ingatkan Kasus Payung Elektrik Masjid An-Nur
Gubri Minta Payung Elektrik Masjid Raya An Nur Dikembangkan Setiap Jumat Hingga Minggu