RIAUMAKMUR.COM - Gubernur Riau (Gubri) Brigjen TNI (Purn) Edy Natar Nasution menghadiri rapat koordinasi bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait pengendalian inflasi daerah secara virtual di Gedung Daerah Balai Serindit, Senin (29/1/2024).
Rapat yang dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia, Tito Karnavian merupakan rapat rutin yang dilakukan dalam rangka pengendalian inflasi di seluruh wilayah yang ada di Indonesia.
"Saya mengapresiasi atas upaya-upaya kita untuk mengendalikan inflasi, baik di tingkat pusat maupun daerah," kata Tito saat membuka rapat.
- Baca Juga: Cabai Merah dan Beras Sumbang Inflasi di Riau pada November 2023
Saat rapat, Tito Karnavian berpesan ke Pemerintah Daerah yang inflasinya masih tinggi agar dapat ditindak lanjuti agar tahu apa penyebab inflasi terjadi.
"Diperhatikan betul, cek ke lapangan, pasar agar tahu barang mana yang terjadi kenaikan harga dan apa menjadi penyebabnya agar bisa segera bisa teratasi," ujarnya.
"Mana tau supply kurang atau retribusinya yang macet, jika retribusi macet bisa jadi disebabkan cuaca atau ada yang penimbun barang dan itu bisa pidana," imbuhnya.
Lanjutnya, namun jika supply yang kurang, maka Tito Karnavian mengingatkan agar daerah secepatnya mencari solusi dengan melakukan kerja sama antar daerah atau koordinasi dengan stakeholder yang ada seperti pengusaha-pengusaha di daerah maupun Bulog serta ketahanan pangan nasional.
"Ketahanan pangan nasional memiliki kemampuan untuk membantu daerah-daerah yang supply-nya kurang," terangnya.
Kemudian ia menyampaikan bahwa poin utama dalam pengendalian inflasi yaitu semua tetap bekerja untuk mengatasi persoalan inflasi yang mana saat ini cukup terjaga baik. Namun harus terus update karena selalu berubah.
"Saat ini, komoditas yang harus menjadi perhatian bersama adalah bawang putih, beras, telur ayam, dan jagung, terutama jagung pakan untuk ternak, di samping komoditas lain seperti bawang merah," jelasnya.
"Untuk minyak goreng masih terjaga baik hanya beberapa daerah saja yang terdampak," pungkasnya.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Pudji Ismartini juga menyampaikan pemaparan tentang tinjauan inflasi dan indeks perkembangan harga minggu ke-4 Januari 2024.
Ia menjelaskan bahwa secara historis setiap tahun pada Januari cenderung mengalami inflasi. Sedangkan berdasarkan komoditasnya maka terlihat komoditas harga bergejolak lebih banyak mengalami inflasi di sepanjang 4 tahun terakhir.
"Salah satunya ikan segar, minyak goreng yang mengalami inflasi setiap tahunnya di bulan Januari, sedangkan cabai rawit, bawang merah, dan beras, tiga kali mengalami inflasi di bulan Januari empat tahun terakhir," terangnya.
Kemudian secara nasional, jumlah Kabupaten/Kota yang mengalami kenaikan IPH sampai minggu ke empat Januari turun dibandingkan dengan minggu sebelumnya.
Sebagai informasi, saat mengikuti rapat pengendalian inflasi secara virtual Gubri didampingi Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Provinsi Riau, Taufiq OH, Kepala Dinas Pangan Tanaman Pangan Hortikultura (PTPH) Provinsi Riau, Syahfalefi serta seluruh stakeholder terkait.
Artikel Terkait
NTP Riau 157,34, BPS: Daya Beli Petani Menurun pada April 2023
BPS: Riau Deflasi Bulanan 0,02 Persen pada April 2023
Data Terbaru BPS Soal Tingkat Pengangguran Terbuka di Riau, Turun atau Naik?
BPS Riau akan Laksanakan Sensus Pertanian 2023 pada 1 Juni - 30 Juli, 4.500 Petugas akan Dikerahkan
Jelang Iduladha, BPS Catat Impor Hewan Kurban Naik
BPS: Bensin dan Kelompok Transportasi Sumbang Inflasi Riau Juni 2023
BPS Sosialisasi Proyeksi Hasil Sensus Penduduk Kabupaten Kota 2020-2035 untuk Pembangunan Riau
Analisis BPS RI: Komoditas Pangan dan Tarif Sekolah Berpotensi Jadi Penyebab Inflasi Juli
BPS Catat Riau Inflasi 1,96 Persen pada Juli 2023
BPS Catat 4.027 Wisman Datang Berkunjung ke Riau pada Juni 2023
BPS: Neraca Perdagangan Riau Surplus US$ 1,45 Miliar pada Juli 2023
Ekspor Riau Juli 2023, BPS: Migas Turun, Nonmigas Naik
BPS: Bensin Jadi Pemicu Inflasi di Riau pada Agustus 2023
Perekonomian Riau Menguat, BPS: Triwulan II 2023 Tumbuh 4,88 Persen Year on Year
BPS: Beras Jadi Penyebab Inflasi di Riau pada Oktober 2023
BPS: Realisasi Panen Padi di Riau Capai 42,33 Ribu Hektare hingga September 2023
BPS: Jumlah Angkatan Kerja di Riau Mencapai 3,13 Juta Orang
Hasil Sensus Pertanian, BPS Catat Petani Milenial di Riau Sebanyak 186.357 Orang
BPS Riau Rilis Hasil Sensus Pertanian 2023, Ini Hasilnya
Daftar Kabupaten dan OPD Pemporv Riau Penerima Penghargaan dari BPS