RIAUMAKMUR.COM - Untuk mengatasi permasalahan kesehatan, dibutuhkan sinergi dan kerja sama salah satunya kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, masyarakat, akademisi, pelaku usaha, dan media.
Hal tersebut disampaikan Asisten III Setdaprov Riau Elly Wardani saat membuka kegiatan pemaparan proyek, program kemitraan pendampingan teknis dan advokasi untuk percepatan penurunan tengkes di Provinsi Riau, di Gedung Daerah Balai Serindit, Jumat (8/3/2024).
Untuk diketahui, konsep Pentahelix merupakan pelibatan lima elemen yakni unsur pemerintah, masyarakat atau komunitas, akademisi, pengusaha dan media dalam pembanguan nasional.
Baca Juga: Persiapan Pilkada di Riau Butuh Sinergi dan Komitmen Semua Pihak
Masalah tengkes yang merupakan prioritas nasional juga memerlukan keterlibatan elemen-elemen tersebut dalam upaya penurunan prevalensi nasional.
Elly Wardani menyatakan pencetusan implementasi pertama konsep Pentahelix dalam seluruh bidang pembangunan termasuk masalah kesehatan seperti stunting mencatatkan efektivitas dan efisiensi yang tinggi dalam pelaksanaan sebuah program.
Baca Juga: Laju Abrasi Mencapai 59 ha per Tahun, Bengkalis Jadi Atensi Menteri LHK
"Oleh karena itu, konsep ini terus digalakkan sampai saat ini, termasuk dalam permasalahan stunting. Konsep Pentahelix mengajar kita bagaimana mengatasi masalah dan mengembangkan program dengan melibatkan lintas sektor yaitu akademisi, swasta, masyarakat, pemerintah dan media," kata Elly Wardani.
Pihaknya juga mengungkapkan, salah satu cerminan Pemerintah Provinsi Riau berkomitmen menerapkan pendekatan ini dalam penanganan masalah stunting yaitu dengan melakukan kesepakatan kerjasama dengan beberapa pihak swasta untuk bersama-sama menyelesaikannya.
Baca Juga: 4 Rest Area Permanen di Tol Pekanbaru - Dumai Bakal Dioperasikan saat Mudik Lebaran 2024
"Dalam 1,5 tahun terakhir, PT RAPP dan Tanoto Foundation telah bekerja sama dengan Yayasan Cipta menjalankan program pendampingan teknis dan advokasi untuk percepatan penurunan stunting," ungkapnya.
Selain itu, program pendampingan teknis dan advokasi untuk percepatan penurunan tengkes ini dilaksanakan di 4 kabupaten di Provinsi Riau yakni di Kabupaten Kampar, Pelalawan, Siak dan Kepulauan Meranti.
Baca Juga: Jalan Tol Bangkinang - Tanjung Alai Bakal Dibuka untuk Arus Mudik dan Balik Lebaran 2024
Fokusnya adalah pendampingan dalam penguatan pelaksanaan strategi Komukasi Perubahan Perilaku (KPP) dan 8 Aksi Konvergensi sebagai strategi nasional percepatan penurunan stunting.
Ia juga menjelaskan, program ini juga meliputi peningkatan kapasitas Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di Provinsi Riau yang disiapkan menjadi pendamping, pencetus di 12 kabupaten/kota di Provinsi Riau.
Artikel Terkait
Pemprov Riau Gelar Rakor Penyamaan Persepsi Tata Kelola SKO
Jalan di Batang Cenaku Rusak Berlumpur, Pemprov Riau Turunkan 4 Alat Berat
Pemprov Riau Segera Lakukan Pasar Murah Tekan Harga Bahan Pokok
Jadwal Pasar Murah Pemprov Riau di Lima Kabupaten Kota pada 27-28 Februari 2024
Ini 12 Ruas Jalan di Kabupaten Kampar Jadi Kewenangan Pemprov Riau
Mendagri Minta Pemda Kendalikan Harga Pangan, Ini Upaya Pemprov Riau
Pascalongsor, Pemprov Riau Mulai Pasang Jembatan Bailey di Ruas Jalan Lintas di Rohul
Pemprov Riau Audiensi DPW K3TABARA Riau, Berikut Pembahasannya
38 PNS di Lingkungan Pemprov Riau Terima SK Pensiun
Terima SK Pensiun dari Pemprov Riau, Ini Pesan dan Kesan Tri Hasiono