RIAUMAKMUR.COM- Bertepatan dengan Hari Kartini 2024, Pemkab Rembang kembali memecahkan rekor MURI (Museum Rekor Dunia Indonesia) yakni membatik dengan lebih dari 1.000 peserta milenial di alun-alun Kota Rembang, Minggu (21/4/2024). Penghargaan MURI itu merupakan kali ketujuh yang didapat Pemkab Rembang.
Penghargaan diserahkan oleh Ketua MURI Jawa Tengah, Sri Widayati kepada Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga, untuk diserahkan ke Bupati Rembang Abdul Hafidz usai upacara Hari Kartini. Tercatat ada 1.054 peserta dari siswa SMA, MA, MTs, SMP dan anak-anak difabel mengikuti pemecahan MURI di pagi hari tadi
Ketua MURI perwakilan Jawa Tengah, Sri Widayati mengatakan membatik dengan media syal dengan 1.054 peserta milenial resmi tercatat di MURI dengan kriteria rekor dunia sebagai rekor ke-11.594. Menurutnya pemecahan rekor ini merupakan satu hal yang spektakuler.
Baca Juga: Pemkab Donggala Tingkatkan Kualitas Pelaku Ekraf
“Yang ditorehkan kali ini adalah batik khas Lasem yang jadi kebanggaan dari Pemerintah Kabupaten Rembang. Dengan kegiatan hari ini semoga semakin mengharumkan nama Kabupaten Rembang akan kecintaannya terhadap batik khususnya batik Lasem,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Rembang, Abdul Hafidz menyampaikan pemecahan rekor MURI ini merupakan komitmen Pemkab Rembang untuk melestarikan batik Lasem. Dengan penghargaan ini sekaligus mengukuhkan bahwa batik Lasem merupakan warisan budaya asli Rembang.
“Ini akan terus kita praktekkan (melestarikan batik Lasem) sesuai dengan regulasi yang ada. Bahkan ini tadi masuk dalam kategori dunia, ini luar biasa. Tidak ada kata-kata batik Lasem batiknya orang lain, batik Lasem batiknya orang Rembang,” tuturnya.
Baca Juga: Peringati Hari Kartini, Bupati Nina: Perempuan Indramayu Bangkit Menuju Masa Depan Gemilang
Salah satu peserta membatik dari SMAN 1 Rembang, Arrasyita Shaafana Putri Dema (16) mengaku sangat bangga bisa ikut berpartisipasi dalam pemecahan rekor MURI. Menurutnya, ketelitian dan kesabaran menjadi kunci dalam membatik.
“Di sekolah ada (pelatihan membatik) tapi buat kelas XI belum dapat. Jadi ini baru pertama kali ikut membatik, rasanya senang bisa dapat kesempatan ikut acara ini (pemecahan rekor MURI),” pungkasnya. ***
Artikel Terkait
Harjad Kota Banjarbaru ke-25, Pemprov Kalsel Yakin Banjarbaru Terus Maju
Bersama PUTR, DLH Bersihkan Tumpukan Sampah Di Pasar Sentral Belopa.
Hari Jadi Kabupaten Bandung Bey Machmudin SDM Berkualitas Kunci Utama Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan
Tingkatkan Kenyamanan Penumpang, UPTD Terminal Tipe B, Dishub Kalsel Lakukan Pembenahan
Disbunnak Gelar Rakornis Perencanaan Pembangunan Perkebunan Dan Peternakan Provinsi Kalsel 2024
Peringati Hari Kartini, Bupati Nina: Perempuan Indramayu Bangkit Menuju Masa Depan Gemilang
Peringati Hari Jadi Bone yang ke-694, Pj. Bupati Luwu Hadiri Acara Mattompang Arajang
Pemkot Probolinggo Beri Pembinaan Kesehatan kepada Calon Jemaah Haji
Halbil dengan Kecamatan, Wako Hendri: Jangkau Aspirasi Warga Lewat 'Tangan' DPRD
Pengkab ESI Buleleng Targetkan Tampil di Semua Divisi Pada Ekshibisi Porjar Bali 2024