RIAUMAKMUR.COM -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau berharap Focus Group Discussion (FGD) tentang sinkronasi kebijakan kesejahteraan rakyat bidang kepemudaan, olahraga, kebudayaan, dan pariwisata tahun 2024 dapat membentuk santri unggulan. FGD tersebut mengambil sub tema pengembangan pondok pesantren yang ada di Riau.
"Dari FGD ini, jangan hanya hasil usulannya saja kita berikan ke OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait tapi tidak ada tindak lanjutnya. FGD ini diharapakan bisa bentuk santri unggul di Provinsi Riau," ujar Asisten III Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Riau, Elly Wardhani.
Elly mengatakan, dalam upaya mendukung pengembangan pesantren ke arah yang lebih baik, Pemerintah Daerah (Pemda)bisa memberi kontribusi berupa pemberian fasilitas berbasis teknologi. Fasilitas tersebut tentunya sangat dibutuhkan dan menjadi salah satu kewenangan yang bisa diberikan oleh Pemda.
Baca Juga: Belanja Negara di Riau Terealisasikan Rp6,86 Triliun di Triwulan I 2024
Elly melanjutkan, selain fasilitas tersebut, Pemda juga bisa menjadi payung hukum dalam menyiapkan Sumber Daya Manusia yang mandiri dan berkemampuan. Tak hanya itu, para santri nantinya akan menjadi masyarakat yang berakhlak dengan dasar agama yang kuat.
"Kalau hanya pintar saja atau berhasil saja, namun tidak berakhlak, tidak ditopang dasar agama, bisa jadi hidupnya sia-sia," ucapnya di Ruang Rapat Kenanga Kantor Gubernur Riau, Selasa (30/4/2024).
Elly berharap, FGD ini dapat menjadi wadah bagi para OPD untuk bisa bertukar pikiran, saling memberi masukan, dan menambah wawasan. Sehingga, sesuatu yang konkret dapat disimpulkan secara pasti pada akhirnya.
Baca Juga: Penerimaan Negara di Riau Triwulan I 2024 Capai Rp4,89 Triliun
Kepala Bagian Bina Mental dan Spiritual Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Provinsi Riau, Sapuan Muhajir mengatakan, di Riau sudah berdiri lebih dari 500 pondok pesantren. Ia menyimpulkan bahwa telah terjadi pertumbuhan yang cukup signifikan.
Sapuan menjelaskan, saat seseorang mendengar kata pesantren, mereka akan memikirkan hal seperti berebut kamar mandi, santri yang sakit kulit, dan hal-hal yang kurang menyenangkan lainnya. Namun, ia menjelaskan bahwa pesantren lebih dari sekadar itu.
"Kita hidup tidak sebatas pendidikan tinggi, pemimpin hebat bukan hanya kemampuannya mengatur sesuatu, tapi dilandasi dengan akhlak yang baik. Bangsa kita butuh irang dengan mental dari pondok pesantren," terangnya.
Sapuan menambahkan, untuk itulah butuh komitmen bersama antar lintas sektoral untuk bersinergi dan berkolaborasi. Sehingga, pemecahan masalahan dalam pemerintahan di bidang kepemudaan, olahraga, kebudayaan, dan pariwisata dapat terwujud.
Artikel Terkait
MV Bagus Namun Lagunya Mengecewakan? Berikut Beragam Reaksi Netizen Korea Untuk Comeback IVE - HEYA
Bagaikan Dewi! Begini Potret Pesona Anggun dan Seksi Dilraba Dilmurat Dengan Backless Dress yang Memikat
Wang Ziqi Gandeng Lu Yuxiao di Drama Kostum Terbaru Tencent 'Serendipity'
Adrias Hariyanto Hadiri Seminar Implementasi Kurikulum Merdeka Jenjang PAUD se-Kuansing
Begini Keseruan Nobar Garuda Muda di Kediaman Gubernur Riau
Nobar Semifinal Piala Asia U-23 di Polda Riau, Irjen Iqbal: Garuda Muda Sangat Luar Biasa
Usai Nobar Timnas U-23, Pj Gubri Diberi Kejutan Ulang Tahun
Garuda Muda Masih Ada Peluang Lolos ke Olimpiade 2024
Bunda PAUD Provinsi Riau Sosialisasikan Kurikulum Merdeka PAUD
Shin Tae-yong Optimistis Garuda Muda Lolos ke Olimpiade 2024
Mandi di Sungai, Bocah 7 Tahun Diduga Hilang Tenggelam
Pemprov Riau Harap FGD Sinkronisasi Kebijakan Kesra Bentuk Santri Unggul Riau
Pj Gubri Optimis Stunting Riau 2025 di Bawah 10 Persen
KPK Luncurkan Indeks Integritas Pendidikan 2023 dan Sosialisasi SPI Pendidikan 2024, Ini Tujuannya
Mendikbud: Kolaborasi Harus Diperkuat Wujudkan Ekosistem Pendidikan Berintegritas
HUT ke-59, Pj Gubri SF Hariyanto dapat Kejutan dari Danrem 031/WB dan Kapolda Riau
Rekomendasi Drama China Terbaru Will Love in Spring: Kisah Realistis Pilihan Antara Cinta dan Mimpi
Mandi di Sungai, Bocah 7 Tahun Diduga Hilang Tenggelam