RIAUMAKMUR.COM - Pemerintah Provinsi Bali akan mengenalkan kearifan lokal Segara Kerthi kepada para delegasi World Water Forum ke-10, yang rencananya dilaksanakan di wilayah Pantai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura-Kura Bali di Kota Denpasar pada 18 Mei 2024.
Rencananya, dalam ritual Segara Kerthi tersebut akan menampilkan beberapa tarian sakral yang tidak boleh dilakukan di tempat lain selain di Bali. Beberapa tarian tersebut dimaksudkan untuk mengenalkan kepada para delegasi World Water Forum ke-10 akan kekayaan kebudayaan lokal.
Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali Dewa Made Indra dalam Konferensi Pers World Water Forum "Persiapan Bali sebagai Tuan Rumah World Water Forum Ke-10" yang diselenggarakan oleh Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) pada Selasa (7/5/2024).
Baca Juga: Baru Awal Tahun, Investasi di Banjarbaru Capai Target 75,78 Persen!
“Kami juga akan menampilkan tari-tarian sakral yang tidak boleh ditampilkan di luar upacara-upacara ritual keagamaan kami. Tari-tari itu akan kami pentaskan pada acara Segara Kerthi di Pulau Kura-Kura Bali untuk mengiringi acara yang berlangsung dengan dipandu rohaniwan,” kata Dewa.
Sekda Provinsi Bali tersebut juga mengungkapkan tarian-tarian yang akan ditampilkan di upacara Segara Kerthi antara lain Tari Sanghyang Jaran yang akan mengiringi upacara Tari Kecak, Tari Sanghyang Dedari, Tari Baris Rejang Putri Maya, Tari Baris Cerekuak dan Tari Topeng Sidakarya.
Khusus untuk Tari Topeng Sidakarya, Dewa mengatakan bahwa tarian itu akan menjadi penutup rangkaian upacara Segara Kerthi dan menjadi simbol, bahwa acara yang diselenggarakan telah direstui oleh yang maha kuasa.
Baca Juga: Pelaku Usaha Palangka Raya Diminta Berperan Aktif dalam Pelestarian Lingkungan
“Tari Topeng Sidakarya itu adalah tari yang menutup sebuah upacara yang menandakan atau memberikan simbol kepada kami sebagai penyelenggara acara bahwa upacara ini telah direstui oleh yang maha esa,” ungkap Dewa.
Dewa juga menambahkan bahwa selain tari-tarian yang sakral tersebut, akan ditampilkan juga tarian-tarian yang bersifat hiburan bagi para delegasi yang akan dipentaskan di Taman Bhagawan, Nusa Dua, Bali dengan waktu yang berbeda.
Sebelumnya pada kesempatan yang berbeda, Kepala Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan (Kesra) Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Bali I Ketut Sukra Negara mengatakan bahwa upacara Segara Kerthi yang bermakna pemuliaan pada air, khususnya pantai dan laut yang bersumber dari ajaran agama Hindu.
Baca Juga: Pemprov Sumbar Fokus Menghadirkan Peluang Kerja bagi Warga
"Kita di Bali punya kearifan lokal Segara Kerthi dalam memuliakan air dan ini menjadi kesempatan menunjukkan kepada dunia, khususnya kepada delegasi," ujar Sukra dalam siaran pers yang diterima InfoPublik pada Selasa (30/4/2024).
Artikel Terkait
Menteri PANRB: Seleksi CPNS Sekolah Kedinasan Mulai Mei, CASN Juni
Inspektorat Ingatkan OPD Kumpulkan Data ke MCP Tepat Waktu
Pj. Bupati Pinrang Terima Bantuan Penanggulangan Bencana dari BNPB RI
Ini Penetapan Harga Kelapa Sawit Mitra Plasma Periode 8-14 Mei 2024
Peduli Palestina, Ribuan Mahasiswa dan Civitas Akademika Umri Gelar Aksi Unjuk Rasa
Wagub Jambi Minta FGD Penanganan Banjir Sungai Batang Merao Dapatkan Solusi Permanen
Pemprov Sumbar Fokus Menghadirkan Peluang Kerja bagi Warga
Pelaku Usaha Palangka Raya Diminta Berperan Aktif dalam Pelestarian Lingkungan
Baru Awal Tahun, Investasi di Banjarbaru Capai Target 75,78 Persen!
Serahkan Formulir ke Nasdem, Ida Yulita Susanti Yakin Bisa Buat Perubahan Besar di Pekanbaru