RIAUMAKMUR.COM – Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) bermanfaat dalam mendorong ekonomi kerakyatan dan mendukung pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di daerah.
Sehubungan dengan itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Langsa, Provinsi Aceh, bersama instansi terkait, menggelar kegiatan penyaluran Kredit KUR Masyarakat Aceh (KURMA) dan Sosialisasi Leterasi Keuangan Syariah kepada Masyarakat Pelaku Usaha di Gampong (desa) Wisata, bertempat di Aula Cakra Donya Kota Langsa, Selasa (28/5/2024).
Penjabat (Pj) Wali Kota Langsa, Syaridin, mengapresiasi terlaksananya kegiatan tersebut. “Pelaku usaha adalah salah satu penggerak perekonomian Kota Langsa selama ini, terima kasih atas kontribusi yang telah Saudara berikan,” ujarnya.
Baca Juga: Hampir 70 Persen Jemaah Haji Asal Aceh Berusia di Atas 50 Tahun
Untuk diketahui, kegiatan ini bertujuan untuk mempercepat akses keuangan masyarakat Aceh, khususnya di wilayah Kota Langsa melalui beberapa program akses keuangan sejak dini dengan Simpanan Pelajar.
Selain itu, Peningkatan Investor Muda dengan Sekolah Pasar Modal dan Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir dengan KUR, serta Ekosistem Keuangan Inklusi pada Gampong Wisata.
Di antaranya Gampong Cinta Raja di Kecamatan Langsa Timur merupakan salah satu desa wisata di Kota Langsa.
Adapun kegiatan ini diinisiasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Aceh dan Industri Jasa Keuangan (IJK) di wilayah Kota Langsa bekerja sama dengan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kota Langsa.
”Gunakanlah KUR ini dengan sebaik-baiknya untuk usaha dan kelola dengan baik agar dapat menghasilkan pemasukan, bayarlah tepat waktu dengan nominal sesuai akad pembiayaannya,” imbau Syaridin.
Pemkot dan masyarakat Kota Langsa mengucapkan terima kasih kepada OJK selaku Pengarah dan Sekretaris TPAKD yang menginisiasi KURMA ini dan kepada IJK seperti Bank Aceh Syariah, Bank Syariah Indonesia, Pegadaian Syariah, sebagai penyalur KUR.
“Kegiatan ini turut mendukung pengembangan ekonomi kerakyatan, terutama di sektor UMKM yang memiliki peran strategis dalam perekonomian daerah,” tuturnya.
Syaridin mengajak seluruh pihak terkait, baik dari pemerintah, perbankan, maupun lembaga keuangan lainnya untuk terus bersinergi dalam mendukung pelaku UMKM, dengan demikian dapat tercipta ekosistem usaha yang kondusif dan kompetitif.
Seperti halnya Bank Syariah, sistem keuangan syariah, baik prinsip-prinsip dan produk-produk keuangan syariah, memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Artikel Terkait
BSI Meureudu Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk Nasabah Pensiunan
Dinsos P3A Blora Gelar Rakor Bicarakan Regulasi Pencegahan Pernikahan Dini
PKK Diminta Arahkan Kader untuk Sejahterakan Warga di Desa
Big Match Ginting vs Lee Zii Jia dan Jonatan Christie vs Chou Tien Chen! Berikut Jadwal 7 Wakil Indonesia di Hari Kedua Singapore Open 2024
Perjuangan yang Tak Sia-Sia, Pasangan Sunjae - Im Sol Akhirnya Bahagia! Rating Episode Terakhir Lovely Runner Cetak Rekor
Pasangkan Yang Mi dan Gong Jun, Fox Spirit Matchmaker: Red Moon Pact Disebut Gagal Meski Baru Beberapa Hari Tayang! Benarkah?
Dinilai Prematur, PN Bengkalis Tolak Gugatan Empat Anggota Fraksi Golkar DPRD Bengkalis yang Enggan Dipecat Karena Pindah Partai
Buat Antusias, Jin Jadi Anggota Pertama BTS yang Selesaikan Wamil! Akan Kembali Dua Minggu Lagi
Youku Akhirnya Ikut Pertarungan Drama Kostum Minggu Ini, Drachin Wu Jinyan dan Wang Xingyue 'The Double' Umumkan Tanggal Tayang
Hampir 70 Persen Jemaah Haji Asal Aceh Berusia di Atas 50 Tahun