Ritual Bakar Tongkang, Peruntungan Etnis Tionghoa Bagansiapiapi di Darat

photo author
Ratna RM, Riau Makmur
- Minggu, 23 Juni 2024 | 20:50 WIB
Ritual Bakar Tongkang di Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau, Sabtu (22/6/2024).
Ritual Bakar Tongkang di Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau, Sabtu (22/6/2024).

RIAUMAKMUR.COM - Ritual Bakar Tongkang telah usai. Puluhan ribu wisatawan, mayoritas etnis Tionghoa menyaksikan tradisi sejak puluhan tahun itu. Pada tahun ini tongkang jatuh ke arah darat.

"Tongkang jatuh ke darat, jatuh ke darat," teriak sejumlah warga Tionghoa di lokasi pembakaran replika tongkang, Sabtu (22/6/2024).

Kepala Dinas Pariwisata Riau, Roni Rakhmat menyampaikan, menurut kepercayaan warga Tionghoa Bagansiapiapi, arah jatuhnya tiang menunjukkan keselamatan dan peruntungan usaha. "Di mana peruntungan tahun ini berada di darat berdasarkan jatuhnya tiang," katanya.

Baca Juga: Momen Kapolda Riau Ikut Gotong Replika Tongkang di Bagansiapiapi Rohil

Ritual Bakar Tongkang telah masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) 2024, Kemenparekraf dangan jenama Festival Bakar Tongkang. Event ini digelar selama tiga hari, mulai tanggal 20 hingga 22 Juni 2024.

Sejumlah pejabat turut menyaksikan acara itu, yakni Kapolda Riau Irjen Mohammad Iqbal, Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga Komjen (Purn) Rudi Sufahriadi. 

Kemudian, tampak pula Bupati Rokan Hilir Afrizal Sintong, dan wakilnya Sulaiman, Bupati Bengkalis Kasmarni. Acara itu, dilaksanakan di Kota Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau.

Baca Juga: Pelebaran Jalan SSK, Pagar Mesjid Annur dan Tiang Listrik di Median Sudah Dibongkar

Pada momen itu, Replika Kapal Tongkang diarak dan digotong secara bergantian dari Klenteng Ing Hok Kiong menuju lapangan ritual sejauh sekitar 1,2 kilometer Sabtu (22/6). Perlengkapan ornamen Tionghoa memenuhi kota itu. Seketika tampak suasana seperti sebuah China Town.

Aroma kepulan asap dari bakaran Hio atau dupa juga tercium tajam. Namun, kondisi itu tak menyurutkan niat wisatawan untuk menyaksikan tradisi tersebut. 

Replika Kapal Tongkang yang diarak massa tiba di lokasi pembakaran pukul 16.55 WIB. Kemudian, dinaikkan ke atas tumpukan kertas sembahyang warna kuning atau Kim ChuaChua. Kemudian, replika kapal tongkang dibakar. Akhirnya momen yang ditunggu-tunggu tiba, tepat pukul 17.44 WIB, tiang dan layar tongkang yang dibakar jatuh ke arah darat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ratna RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X